Genjot Kualitas SDM Industri, RI Dapat Bantuan Rp 110 M dari Swiss

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 22 Jun 2021 16:26 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Arus Gunawan mengatakan, Indonesia mendapatkan dukungan dari Swiss untuk mengembangkan SDM industri melalui pendidikan vokasi industri. Swiss memberi bantuan Rp 110 miliar terkait hal itu.

"Pengembangan SDM unggul di sektor Industri dapat terlaksana melalui Program Vokasi Industri, didukung mitra dalam negeri dan luar negeri," ujar Arus dalam keterangannya yang diterima, Selasa (22/6/2021).

Swiss memberikan bantuan teknis sebesar Rp 110 miliar yang direncanakan dalam dua fase yaitu fase pertama dari tahun 2018 sampai 2022 dan dilanjutkan pada fase kedua hingga tahun 2026. Kerja sama antara kedua negara ini disebut sudah berlangsung lama sejak penandatanganan MoU pada 26 Januari 2018 di Davos, Swiss.

Dia mengatakan, Kemenperin saat ini memiliki 9 SMK, 10 Politeknik dan 2 Akademi Komunitas dengan basis kompetensi dan pendidikan sistem ganda (Dual System). Di mana Dual System tersebut merupakan hasil sistem pendidikan yang adopsi dari negara Eropa termasuk Swiss.

Kerja sama antar kedua negara ini dinamakan Proyek S4C (Skill for Competitiveness) yang diperuntukkan untuk mengembangkan pendidikan vokasi sistem ganda. Setidaknya ada empat fokus pengembangan yang berada di bawah Politeknik dan Akademi Komunitas di bawah Kementerian Perindustrian dan Politeknik di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Keempat yaitu Politeknik lndustri Logam Morowali, Akademi Komunitas Manufaktur Bantaeng, Politeknik lndustri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal, Politeknik Industri Petrokimia Banten yang masih dalam proses pengajuan izin operasional serta Politeknik Negeri Jember. Kemudian, bantuan teknis yang diberikan akan disalurkan dalam bentuk pengembangan kampus dan penguatan sistem kegiatan.

Kegiatan yang dimaksud seperti penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan industri, asesmen kebutuhan peralatan workshop atau laboratorium, peningkatan kapasitas tenaga pengajar dan manajemen kampus, dukungan terhadap akreditasi kampus, dan memfasilitasi kerjasama dengan lndustri.

Selain itu, Swiss juga memberikan dukungan melalui konsultan teknis yang ditempatkan di setiap Politeknik dan Akademi Komunitas dalam Proyek S4C, termasuk di Akademi Komunitas Manufaktur Bantaeng di mana 100% lulusannya telah terserap sektor industri.

Senada dengan itu, Manajer Umum PT IMIP Morowali, Djoko Suprapto mengatakan, adopsi sekolah vokasi di Eropa menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja. Bahkan, sebagian dari mahasiswa diberikan kesempatan langsung bekerja di perusahaan.

"Semua mahasiswa magang diperlakukan dengan baik dan mendapatkan tempat praktek kerja industri sesuai dengan apa yang dipelajari selama di kampus. Sebagian diminta segera langsung bekerja di pabrik," kata Djoko.

(zlf/zlf)