Mau Divaksinasi? Ini Bedanya Vaksin Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 29 Jun 2021 16:13 WIB
Australia Atur Ulang Program Vaksinasi Akibat Adanya Efek Samping Vaksin AstraZeneca
Foto: ABC Australia

Vaksin AstraZeneca

1. Efikasi
Mengacu pada studi di Lancet, uji klinis tahap ke-3 di Brasil, Afrika Selatan, dan Inggris menunjukkan efikasi vaksin COVID-19 AstraZeneca mencapai 70,4 persen.

Sedangkan WHO menyatakan vaksin AstraZeneca 63,09 persen mampu mencegah gejala pada infeksi COVID-19.

2. Efek samping
Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) menyatakan bahwa hingga Mei 2021, terdapat sekitar 9.000 kasus KIPI non-serius dan 18 kasus KIPI serius pasca penyuntikan vaksin AstraZeneca. Keluhan non-serius mencakup demam, nyeri, mual, hingga lelah.

Namun, vaksin AstraZeneca beberapa kali diduga memicu kasus pembekuan darah, terlebih pada penerima vaksin berusia muda.

3. Dosis dan interval pemberian
Penyuntikan dosis 1 dan 2 vaksin AstraZeneca bersela waktu 12 minggu atau sekitar 3 bulan. Penentuan waktu ini mengacu pada studi tentang interval paling tepat untuk efikasi vaksin terbaik.

"Interval antara 8-12 minggu berkaitan dengan efikasi vaksin yang lebih baik," terang WHO dalam laman resmi.

Vaksin Sinopharm

1. Efikasi
Uji klinik fase 3 yang dilakukan pada lebih dari 42.000 subjek di Uni Emirat Arab dan beberapa negara menunjukkan, efikasi vaksin Sinopharm sebesar 78,02 persen. Berdasarkan pengukuran imunogenitas vaksin setelah 14 hari penyuntikan dosis ke-2, 98,09 persen orang dewasa dan 97,62 persen lansia mengalami pembentukan antibodi.

Terkait imunogenesitas, 99,52 persen orang dewasa dan 100 persen lansia menunjukkan pembentukan antibodi yang dapat menetralisasi virus SARS CoV-2.

2. Efek samping
Kepala BPOM, Penny K Lukito menyebut, efek samping vaksin Sinopharm bisa ditoleransi dengan baik. Frekuensi kejadian masing-masing efek samping adalah 0,01 persen atau sangat jarang.

Efek samping lokal ringan mencakup rasa sakit dan kemerahan. Sedangkan efek samping sistemik mencakup sakit kepala, nyeri otot, diare, dan batuk.

3. Dosis dan interval penyuntikan
"Indikasi yang disetujui adalah untuk membentuk antibodi yang memberikan kekebalan untuk melawan virus SARS CoV-2 dan mencegah COVID-19 pada orang dewasa di atas 18 tahun, dengan pemberian 2 dosis pada durasi 21-28 hari," jelas Penny dalam keterangan resmi, Selasa (18/5/201).

Keterangan Menteri Kesehatan pada 11 Mei 2021 menyatakan, 1 dosis vaksin Sinopharm dalam program Gotong Royong seharga Rp 321.660 (tiga ratus dua puluh satu ribu enam ratus enam puluh rupiah), dengan tarif pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosis.


(ara/ara)