Luhut ke Produsen Obat: Tiga Hari Harga Tinggi atau Langka, Gudang Dirazia!

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 05 Jul 2021 20:21 WIB
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mewanti-wanti kepada seluruh produsen obat COVID-19 di Indonesia agar tidak memainkan harga jual di pasar.

Jika terjadi kenaikan harga atau kelangkaan obat dalam tiga hari ke depan, Luhut mengancam akan merazia gudang-gudang obat yang sudah diketahui keberadaannya.

"Saya tekankan apabila dalam tiga hari ke depan kami masih mendapatkan harga-harga obat-obatan cukup tinggi, atau terjadi kelangkaan maka kami akan mengambil langkah-langkah tegas dengan merazia seluruh gudang-gudang mereka yang sudah kami identifikasi keberadaannya," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (5/7/2021).

"Saya minta Kapolri dalam hal ini ada Polda untuk melakukan patroli terhadap gudang-gudang obat yang sudah kita punya datanya. Paling lambat saya ulangi hari Rabu, Kamis Tidak boleh terjadi kelangkaan (obat)," lanjutnya.

Luhut mengakui banyak produsen obat yang masih mengambil untung dengan cara menaikkan harga obat dari harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Padahal dari HET tersebut, para penjual obat juga sudah untung.

"Saya ingin mengimbau 1,5 tahun sudah mengambil untung banyak masa sekarang ini masih terus begini. Peraturan harga eceran tertinggi obat-obatan untuk penanganan pandemi COVID-19 ini telah dibuat, dan itu sudah dihitung dengan cermat, pasti perusahaan tidak dirugikan," tuturnya.

"Tapi jangan juga mengambil keuntungan dari kesulitan masyarakat, saya melihat misalnya Ivermectin itu sampai dihargai beberapa puluh ribu, padahal sebenarnya harganya di bawah Rp 10 ribu sudah ada marginnya, jadi saya minta semuanya agar masuk akal, dan keuntungan diterima oleh produsen dan distributor tersebut," tambah Luhut.

(aid/ara)