RI Dapat Sumbangan Oksigen dari Perusahaan China di KI Morowali

Siti Fatimah - detikFinance
Rabu, 07 Jul 2021 14:57 WIB
Permintaan oksigen meningkat di tengah lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia. Bantuan oksigen pun diberikan oleh sejumlah pihak untuk bantu tangani pandemi di RI
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan mendapatkan sumbangan oksigen dari PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), yaitu sebuah kawasan industri yang berada di Morowali, Sulawesi Tengah. Sumbangan disalurkan melalui jalur laut tepatnya di Dermaga Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok.

CEO PT IMIP, Alexander Barus mengatakan, bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu masyarakat yang tengah berjuang melawan COVID-19. Pihaknya memberikan sumbangan 21 iso tank oksigen dengan kapasitas masing-masing 25,8 ton sehingga total bantuan sekitar 500 ton oksigen.

"Kami menyambut baik ajakan pemerintah kenapa masyarakat industri untuk tanggap terhadap pemenuhan kebutuhan oksigen yang demikian besar dan berharap agar bantuan ini bisa membantu upaya penyembuhan para pasien ke depannya," kata Alexander dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/7/2021).

Lebih lanjut, 21 iso tank tersebut diambil dari pabrik oksigen yang dibangun untuk mendukung produksi stainless steel dengan kapasitas produksi sebanyak 3 juta ton per tahun dan carbon steel yang memiliki kapasitas produksi 3,5 juta ton per tahun.

Sekedar diketahui, IMIP merupakan salah satu perusahaan hasil besutan China yang saat ini memiliki 64.000 pegawai dan pemegang saham. Pada 2018 lalu, IMIP memiliki 3.121 tenaga kerja asing (TKA) dari China.

Perkembangan perusahaan tak lepas dari peran China, dari mulai investor, kontraktor, hingga pekerja. Pembangunan PLTU dengan kapasitas 2x65 MW pun saat itu menggunakan mesin dari PLTU yang dibeli dari China dengan dalih harga yang lebih murah.

Pada 3 Oktober 2013 pihaknya melakukan penandatanganan MoU antara Presiden China Xi Jinping dengan pemerintah Indonesia tentang pembangunan industri hilir di Morowali. Ketika pembangunan smelter SMI berhasil, bahyak investor China yang tertarik untuk masuk ke kawasan itu.

(eds/eds)