Mengintip Legitnya Bisnis Aksesoris Ponsel Bermodal Rp 10 Juta

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 16 Jul 2021 20:11 WIB
Womens hand typing on mobile smartphone, Live Chat Chatting on application Communication Digital Web and social network Concept. Work from home.
Foto: Getty Images/iStockphoto/oatawa
Jakarta -

Peluang bisnis bisa datang dari mana saja. Salah satunya dari meningkatnya penggunaan gadget di tengah masyarakat seiring dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya work from home (WFH) sejalan dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam lima tahun terakhir, penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) oleh rumah tangga di Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat. Persentase penduduk yang menggunakan telepon selular terus mengalami peningkatan, hingga pada tahun 2019 mencapai 63,53 persen.

Kondisi itu membuka peluang usaha baru di sektor turunannya. Salah satunya adalah aksesoris telpon genggam. Namun, memulai bisnis tentu tak semudah membalik telapak tangan, butuh strategi yang tepat agar usaha baru yang dirintis tak berakhir gulung tikar.

"Perkembangan zaman juga menuntut setiap produsen produk aksesoris gadget untuk menghadirkan produk terkini dan modern. Semakin kesini, semua dituntut untuk lebih simpel dan mudah," kata Public Relations OASE, Anthoni Roderick P.

Untuk itu, dibutuhkan peralatan penunjang bisnis yang tepat. Dalam hal bisnis aksesoris seperti lapisan pelindung layar, dibutuhkan alat yang mampu mempotong atau mencetak lapisan pelindung layar yang mudah disesuaikan dengan bentuk, ukuran dan tipe gadget yang dibutuhkan konsumen.

Salah satunya seperti yang ditawarkan OASE Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang produksi produk elektronik yang terdiri dari aksesoris smartphone, audio, hingga produk IoT berhasil membuat trend terbaru dalam dunia gadget, yaitu OASE Smart Cutting Machine.

Sebuah mesin permotong serbaguna yang diciptakan untuk memotong pelindung layar maupun garskin body untuk hampir semua merk dan tipe gadget masa kini seperti smartphone, smartwatch, TWS, camera, hingga vape dan pod, alias lebih dari 5.000 jenis device, dan dengan berbagi jenis film pula.

Produk ini dihadirkan OASE untuk menunjang bisnis di bidang aksesoris gadget.

"Khususnya untuk pengembang bisnis toko aksesoris gadget, kami hadirkan produk yang bisa mengubah trend lama, seperti contohnya dengan menggunakan mesin pintar ini, yang hanya membutuhkan konektifitas wi-fi, tinggal memilih merk dan tipe smartphone pada interface mesinnya, kalian sudah bisa mencetak anti gores sesuai dengan permintaan, tanpa harus repot-repot meyediakan dan mencari stok anti goresnya satu persatu dengan tipe smartphone yang sangat banyak itu. Simpel dan efisien bukan?" Ungkap

Beberapa kelebihan lainnya yang produk ini hadirkan adalah :
1. Mengurangi penyimpanan yang terlalu banyak, tidak perlu menyimpan stock dan menghabiskan ruang.
2. Menarik pengunjung karena ini merupakan teknologi baru, pemotongan sesuai permintaan, tidak peduli produk lama atau baru, layar melengkung atau tidak.
3. Meningkatkan keuntungan karena kinerja penjualan meningkat dengan investasi rendah dan pengembalian investasi yang cepat.
4. Mengurangi biaya tidak penting, biaya tenaga kerja dan limbah film berkurang dengan metode pemasangan film termudah.

OASE juga menyediakan beberapa jenis screen protector dan back protector. Untuk screen protectornya sendiri berjenis flexible film berbahan TPU yang berbeda dengan tempered glass atau anti gores biasa. TPU adalah bahan plastik yang elastis dibandingkan tempered glass berbahan padat.

Salah satu mitra kerjasama OASE di Jakarta yang menjual produk gadget secara retail yang juga menyediakan berbagai macam aksesorisnya, turut merasakan perubahan signifikan saat menggunakan produk mesin pemotong ini di bidang anti gores smartphone.

Produk ini sangat menguntungkan toko karena tidak perlu menyediakan stok anti gores berbagai macam produk, bahkan bisa membuat antrian yang cukup panjang karena antusias pengunjung toko.

"Soal keuntungan sendiri, hanya dari produk ini saja, toko mendapatkan profit hingga 200-300 juta rupiah perbulan, padahal hanya dengan modal awal tidak sampai 10 juta rupiah," kata Anthoni menambahkan.

(dna/dna)