Masih Didominasi Impor, Industri Kesehatan RI Akan 'Disulap' Begini

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2021 11:47 WIB
Close-up of the automatic capsule package production line.
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Indonesia saat ini sedang melakukan reformasi industri kesehatan. Luhut mengatakan sebentar lagi beragam obat-obatan bisa diproduksi di dalam negeri.

"Health reform itu sedang berjalan. Semua obat-obat ini sebanyak mungkin akan dibuat dalam negeri," ungkap Luhut dalam Peluncuran Gernas BBI Pelangi Sulawesi, Kamis (26/8/2021).

Luhut mengatakan, perputaran uang di industri kesehatan di Indonesia saat ini bisa mencapai Rp 490 triliun, namun sebagian besar barang-barang di industri kesehatan masih diimpor. Hal ini membuat potensi bisnis ratusan triliun untuk produk lokal tidak memberi banyak keuntungan.

Dia mengatakan reformasi industri kesehatan ini juga telah menjadi titah Presiden Joko Widodo untuk dilaksanakan. Ke depannya beragam produk obat maupun alat kesehatan bakal diproduksi di Indonesia.

"Ini ada Rp 490 triliun dana di sektor kesehatan dan kebanyakan kita masih impor. Maka Presiden perintahkan untuk produksi dalam negeri diperkuat, sekarang proses berjalan," katanya.

"Maka nanti kita akan banyak menggunakan produk obat dan alat kesehatan di dalam negeri," lanjut dia.

Sebelumnya, Luhut juga sudah meminta para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ikut serta dan berkontribusi pada reformasi industri kesehatan di Indonesia.

"Saya imbau teman-teman di Apindo mau masuk ke sektor kesehatan. Sangat baik saat ini karena kami sedang reformasi bidang kesehatan," ungkap Luhut dalam Rakerkornas Apindo, Selasa (24/8/2021).

Soal potensi bisnisnya, dia mengatakan dari potensi perputaran uang sebesar Rp 490 triliun, setidaknya pengusaha bisa berkontribusi hingga Rp 300 triliun dalam bisnis industri kesehatan. Dengan begitu impor bisa berkurang.

"Ini ada kue Rp 490 triliun di bisnis healthcare. Ini kita minta Apindo ini katakan kalau Rp 300 triliun bisa local content dengan riset yang bagus. Saya kira Apindo bisa mainkan peran ini," kata Luhut.

Dia mengatakan pengusaha bisa masuk juga ke beberapa riset yang sudah dilakukan pemerintah. Misalnya, di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara di sana ada penelitian besar untuk sektor herbal dan agrikultur.

Di Batam ada sektor high tech dan engineering procession. Lalu, di Bali ada penelitian untuk industri kesehatan dan biodiversity.

"Bisnis bapak ibu sekalian bisa lah mengacu ke sana," ujar Luhut.

(hal/eds)