PLN Diam-diam Borong 77 Bajaj Listrik, Mau Dipakai buat Apa?

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 31 Agu 2021 10:46 WIB
TOP! Pelaku UKM Bakal Kebagian Bajaj Listrik, Segini Jumlahnya
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Salah satu perusahaan dalam negeri mendapatkan kontrak pengadaan bajaj listrik dari PT PLN (Persero). Perusahaan lokal yang memproduksi bajaj listrik tersebut adalah PT Volta Indonesia Semesta atau anak usaha dari PT NFC Indonesia Tbk.

PLN akan membeli 77 bajaj listrik (sepeda motor listrik roda tiga) dari Volta yang akan digunakan sebagai sarana transportasi Usaha Kecil Menengah (UKM). Rencananya, kegiatan jual beli 77 bajaj listrik ini selesai akhir Oktober 2021.

Direktur Volta Willty Awan mengatakan kesempatan kerja sama tersebut telah sejalan dengan misi untuk membuat Indonesia lebih hijau. Menurutnya, kendaraan listrik akan menjadi sarana yang efisien dan nyaman bagi masyarakat dalam mobilitas sehari-hari.

"Kami sangat bersyukur atas kesempatan untuk dapat bekerja sama dengan PLN, yang merupakan bentuk kepercayaan PLN terhadap kualitas produk dan layanan kendaraan listrik kami. Kami berharap pilot project dengan PLN ini akan memberikan hasil yang baik, dan akan juga menjadi bukti sukses atas kemampuan skalabilitas bisnis kendaraan listrik kami (termasuk layanan tukar baterai)," kata Willty dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (31/8/2021).

"Kami berharap kerja sama dengan PLN ini akan menghasilkan lebih banyak inovasi dan layanan untuk masyarakat yang lebih luas," sambungnya.

Volta dikenal menjadi salah satu pemain terdepan industri kendaraan listrik di Indonesia yang menerapkan teknologi baterai ramah lingkungan terkini. Dengan teknologi tersebut, umur baterai dapat bertahan hingga 4 tahun.

Ke depan, pihaknya berencana akan fokus pada keberlanjutan lingkungan, mengembangkan baterai yang dapat digunakan untuk sepeda motor listrik roda dua dan tiga, serta dapat didaur ulang. Volta berencana untuk mengembangkan jaringan penukaran dan stasiun pengisian baterai di seluruh Indonesia dengan nama Sistem Ganti Baterai (SGB).

Mereka dapat mendayagunakan jaringan MCAS Group untuk pengembangan SGB (terutama di jaringan ritel modern dan tradisional ternama), sehingga dapat mengembangkan SGB dengan mudah. Saat ini, Grup telah memiliki lebih dari 200 ribu jaringan outlet di berbagai lokasi strategis yang dapat dikembangkan sebagai jaringan SGB di masa depan.

Sebagai tambahan, pengguna Volta akan dilengkapi dengan teknologi Internet of Things (IoT) dalam bentuk platform manajemen baterai yang dikembangkan oleh NFCX, anak usaha MCAS Group. Pengguna Volta tidak perlu khawatir menggunakan motor listrik, karena dapat dengan mudah menemukan fasilitas pengisian atau penukaran baterai terdekat melalui aplikasi.

Pengguna motor pribadi dapat memantau dan mengatur penggunaan motor listriknya, dan pengguna dari segmen korporasi dapat memanfaatkan platform ini untuk keperluan manajemen armada (fleet management) mereka. Seiring dengan perkembangan penggunaan, mereka juga akan menyediakan fitur penyewaan sepeda motor.

NFCX dan MCAS Group, melalui divisi energi bersih/clean energy yang dimiliki, mempromosikan energi rendah karbon atau bahkan zero karbon dalam jangka panjang untuk mendukung investasi yang berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik (Environmental, Social, and Governance/ESG).

(ara/ara)