Dunia Lagi Krisis Chip, Indonesia Bisa Apa?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 31 Agu 2021 10:58 WIB
samsung chip RAM
Ilustrasi Foto: Istimewa
Jakarta -

Kebutuhan chip di dunia sedang tinggi hingga membuatnya langka di tengah pandemi COVID-19. Kondisi ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan industri semi konduktor dalam negeri.

Menteri Perindustri Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kondisi tersebut menjadi peluang bagi industri bahkan startup investor di Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan manufaktur chip dari berbagai negara.

"Tantangan ini memberikan peluang baru sebetulnya bagi industri dan startup investor Indonesia untuk melakukan kontrak manufacturing chip yang sedang tumbuh di berbagai negara terutama Amerika, Jepang, China, Taiwan, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa," katanya dalam webinar Global chip Shortage and Indonesian Industry Opportunities, Selasa (31/8/2021).

Agus menjelaskan, kebutuhan chip dunia terus mengalami perkembangan sejalan dengan perkembangan zaman. Fungsi chip pun semakin lama semakin kompleks.

"Saat ini industri semi konduktor chip terus mengalami perkembangan dari chip microcontroller hingga artificial intelligence chip yang fungsinya semakin kompleks, sejalan dengan perkembangan industri 4.0," katanya.

"Peran strategis industri chip ini menjadi semakin tinggi dalam pertumbuhan ekonomi global maupun nasional," sambungnya,

Dia menuturkan, Indonesia telah meluncurkan program Making Indonesia 4.0. Penguatan dan pendalaman industri ini juga tak terlepas dari kebutuhan chip.

Sementara, rantai pasok chip mengalami gangguan karena adanya perang dagang dan dampak pandemi COVID-19.

"Kita semua juga memahami bahwa akhir-akhir ini sejak pandemi COVID-19 muncul serta adanya tensi politik perang dagang antara Amerika dan China ini berdampak pada rantai pasokan chip," ujarnya.

Menurutnya, Indonesia harus memikirkan cara-cara yang optimal untuk mendorong industri semi konduktor. Menurutnya, dalam pengembangan industri semi konduktor ini mesti mencakup berbagai aspek.

"Strategi pembangunan industri semi konduktor ini perlu dilakukan dengan berbagai opsi pengembangannya, mengingat industri ini membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mendirikan fabrikasinya dan jumlah investasinya yang besar, serta tersedianya atau kebutuhan tersedianya high skill engineer control yang sangat ketat, termasuk zero partikel dalam prosesnya," paparnya.



Simak Video "Penjelasan Satgas Soal Isu 'Chip' hingga Rahasia Data Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ang)