Peran BPOM soal Pengawasan Obat COVID

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 01 Sep 2021 19:18 WIB
Obat virus corona: WHO lanjutkan uji coba obat hidroksiklorokuin untuk menangkal Covid 19, setelah studi tentangnya ditarik
Foto: BBC World

2. Favipiravir

Favipirafir adalah obat antivirus yang dikembangkan oleh Toyama Chemical. Favipiravir per-oral diabsorpsi melalui mukosa usus dan mencapai konsentrasi puncak di plasma dalam waktu 2 jam, kadarnya menurun secara cepat dengan paruh waktu 2 - 5,5 jam.

Favipiravir dimetabolisme di hati dengan bantuan enzim aldehid dan diekskresikan di ginjal. Efek samping Favipirafir antara lain peningkatan nilai SGPT, SGOT, 1 persen (seringkali dikaitkan dengan gangguan fungsi hati), kadar asam urat meningkat, gangguan saluran cerna, diare 4,79 persen, gangguan metabolik 4,79 persen, penurunan produksi sel darah 1 persen, asma nyeri orofaringeal 0,5 persen, gatal-gatal, eksim kurang dari 1 persen.

Buka lagi halaman selanjutnya.