RI Tetap Seksi di Mata Investor Baterai Mobil Listrik, Nih Buktinya

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 17 Sep 2021 19:15 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia di Kawasan Industri Batang
Foto: Robby Bernardi/detikcom: Menteri Investasi Bahlil Lahadalia di Kawasan Industri Batang
Jakarta -

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan ada negara tetangga yang tidak suka Indonesia membangun industri baterai kendaraan listrik. Namun Indonesia gas terus untuk membangun ekosistem kendaraan listrik.

Bahlil menyebut ada banyak negara yang melirik Indonesia sebagai tempat berinvestasi di sektor tersebut. Salah satunya investor dari Eropa yang sebentar lagi akan masuk.

"Eropa sebentar lagi akan saya umumkan, tapi nggak boleh dulu saya bicara karena kami di kementerian investasi punya protap sudah teken baru diumumkan, atau minimal sudah diyakini benar masuk baru kita umumkan. Kalau setengah-setengah nggak mau kita umumkan. Jadi Eropa pun akan masuk," katanya dalam konferensi pers virtual, Jumat (17/9/2021).

Selanjutnya ada investor dari Asia Tenggara yang kata Bahlil pada bulan depan akan menandatangani nota kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU).

"Ada salah satu negara lagi di Asia Tenggara yang ini akan masuk mungkin bulan Oktober saya teken MoU-nya, (setelah itu) baru saya umumkan," tuturnya.

Lanjut Bahlil, kurang lebih ada sekitar 6 atau 7 negara yang rencananya akan berinvestasi ke Indonesia di sektor kendaraan listrik. Dengan demikian, Indonesia bukan tidak mungkin bisa menjadi pusat mobil listrik dunia.

Terkait investasi di ekosistem kendaraan listrik, Bahlil pernah mengatakan salah satu yang sekarang sedang didekati adalah Volkswagen (VW), pabrikan otomotif yang berlokasi di Jerman. Dijelaskannya, saat ini komunikasi sedang dilakukan, bersamaan dengan PDKT yang dilakukan kepada BASF asal Jerman juga.

"Kemudian juga adalah VW itu juga dalam proses komunikasi," kata dia dalam webinar MNC Group Investor Forum 2021 pada 3 Maret 2021.

(toy/hns)