Produsen Alkes RI Mau Tembus Ekspor? Begini Caranya

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 11 Okt 2021 17:35 WIB
Gimhae
Foto: Gimhae (istimewa)
Jakarta -

Sebagai bagian dari Proyek Aplikasi Praktis Konvergensi Perangkat Medis Berbasis Mesin Cerdas, Badan Promosi Industri Kehidupan Medis Gimhae melakukan proyek dukungan masuk pasar luar negeri non tatap muka untuk kedua kalinya tahun ini.

Proyek ini dimulai sejak 2019 untuk perusahaan perangkat medis yang mengalami kesulitan dalam pemasaran di luar negeri karena COVID-19.

Sejalan dengan Kebijakan Selatan Baru pemerintah, proyek ini, yang dilaksanakan terutama di Vietnam dan Indonesia di antara negara-negara besar ASEAN, terdiri dari tiga tahap.

Video katalog bahasa lokal, konsultasi ekspor video 1:1 dan pameran SNS yang berdasarkan hasil pengembangan 2D/3D. Ini adalah proyek untuk mendorong ekspor dengan mendukung kegiatan pemasaran perusahaan pendukung.

Vietnam dan Indonesia, yang merupakan negara berkembang ASEAN, merupakan pasar muda dan dinamis dengan usia rata-rata 30 tahun. Kedua negara ini telah menumbuh menjadi pasar yang menarik, dengan pasar konsumsi yang bertumbuh rata-rata 15% atau lebih per tahun.

Hanya beberapa tahun yang lalu, kedua negara disorot sebagai basis produksi rupah rendah, tetapi sekarang nilainya sebagai pasar konsumen meningkat karena kelas menengah berkembang pesat.

Agensi Promosi mengadakan pameran SNS yang disesuaikan dengan menghubungkan produksi konten pemasaran online dengan produk dari 6 perusahaan perangkat medis domestik, termasuk Young Chemical Co.

"Kami berniat memperluas wawasan kami untuk memasuki pasar luar negeri dengan talkshow yang menghadiri influencer lokal dan ahli kesehat dan juga dengan acara live streaming," kata direktur Korea Promotion Agency, Hong Seong-ok, dalam keterangannya, Minggu (10/10/2021).

Memasuki kedua pasar ini melalui siaran langsung dan penyediaan informasi melalui media sosial, di mana sebagian besar anak muda aktif, merupakan kesempatan branding dan marketing produk alat kesehatan terhadap konsumser lokal, dan pada saat yang sama, dokter, profesor, kepala rumah sakit, dan ahli kesehata yang lainnya.

"Dengan menekankan karakteristik dan keunggulan produk melalui talk show oleh para ahli medis, kami berharap untuk melanjutkan booming Korean Wave dengan perangkat K-medis dan K-disinfeksi," sambung dia

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Untuk meminimalkan kesalahan dalam strategi pelokalan dan segmen pasar, kami melakukan perencanaan konten dan penemuan pembeli dengan agen online terkenal lokal.

"Selain itu, kami juga meminta ulasan dan survei tentang pengalaman produk oleh penduduk setempat. Ini akan diberikan kepada perusahaan sehingga mereka dapat menggunakannya sebagai data untuk meningkat kualitas produk dan penetapan strategi penetrasi pasar di masa depan."

Sebagai proyek utama, pendanaan untuk produksi konten produk untuk pemasaran online selesai pada bulan September.

"Melalui penemuan pra-pembeli, kami mengadakan konferensi ekspor video online untuk pembeli selama dua hari dari hari ke-6 GBIA," jelas dia.

Secara khusus, pada konferensi ekspor ini, presiden Asosiasi Alat Kesehatan Indonesia mengunjungi pusat konsultasi ekspor lokal dan memberikan pidato ucapan selamat, meminta pembentukan jaringan kerjasama dengan Badan Promosi Korea untuk mempromosikan ekspor perusahaan alat kesehatan di masa depan.

Sehubungan dengan hal tersebut, sesuai dengan situasi pembatasan nasional akibat COVID-19 setempat, masing-masing perusahaan berencana untuk mendukung penyelesaian kontrak ekspor melalui konten yang dibuat oleh influencer dan ahli kesehata lokal dan juga dengan mengadakan pameran media sosial online dan konsultasi ekspor 1: 1 dengan pembeli dan perusahaan lokal.

Hong, memprediksi bahwa kan butuh waktu lama agar epidemi mereda setelah virus corona menyebar.

Ia merasa bahwa melalui promosi media sosial, pencocokan pembeli, dan operasi showroom lokal, kita bisa meminimalkan kesenjangan dalam ekspansi luar negeri dari perusahaan perangkat medis yang sangat baik.

Ia juga mengatakan bahwa ia ingin mengembangkan apa yang telah dilakukan sebagai model untuk ekspansi ke luar negeri dari perusahaan yang kekurangan sumber daya manusia seperti pengiriman ke luar negeri di masa depan dengan menemukan dan menyebarkan kasus dukungan yang berhasil.

(dna/dna)