Setop Jual Kendaraan Bensin Mulai 2040, Simak Sejarah RI Bikin Mobil Listrik

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 17 Okt 2021 07:27 WIB
Dahlan Iskan menjajal mobil Tucuxi warna merah di kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (13/12/2012). Ia terlihat sangat senang dan tidak lepas dari senyum lebarnya saat menjajal mobil seharga Rp1,5 miliar tersebut. (Ari Saputra/detikcom). File/detikfoto.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Indonesia bersiap meninggalkan kendaraan berbahan bakar fosil mulai 2040. Hal ini dilakukan dalam upaya mencapai target komitmen nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) pada 2060.

Secara bertahap, pemerintah bakal melakukan pengurangan-pengurangan penggunaan bahan bakar fosil di berbagai sektor. Salah satunya pada sektor transportasi dengan menyetop penjualan motor berbahan bakar bensin mulai 2040. Di tahun itu juga bauran energi baru terbarukan targetnya sudah menyentuh 71%.

"Di tahun 2040, bauran EBT sudah mencapai 71% dan tidak ada PLT Diesel yang beroperasi, Lampu LED 70%, tidak ada penjualan motor konvensional, dan konsumsi listrik mencapai 2.847 kWh/kapita," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam keterangannya.

Berlanjut ke 2050, bauran EBT diharapkan sudah mencapai 87% di 2050 dibarengi dengan penyetopan penjualan mobil konvensional.

Target ini juga dibarengi upaya penggunaan energi ramah lingkungan yang bakal dilakukan bertahap. Termasuk juga di sektor transportasi, sampai 2030 bakal ada belasan juta kendaraan listrik di Indonesia. Target besarnya, Indonesia punya mobil listrik sebanyak 2 jutaan dan motor 13 juta unit.

Bicara kendaraan listrik, sebetulnya sudah sejak lama Indonesia memimpikannya. Dalam catatan detikcom, pengembangan mobil listrik telah berjalan sejak medio 2012. Pemerintah sendiri mulai serius menangani permasalahan kendaraan listrik di tahun 2017. Tepat di tahun 2019 regulasi resminya dibentuk.

Di tahun 2012, Menteri BUMN zaman kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dahlan Iskan, jadi pihak paling getol mengembangkan kendaraan listrik.

Sederet mobil listrik berhasil dibesut Dahlan Iskan menggandeng beberapa ahli dan ilmuwan dalam negeri. Dasep Ahmadi, Danet Suryatama, sampai Ricky Elson 'Sang Putra Petir'.

Tak main-main, Dahlan pun berani mengeluarkan uang miliaran rupiah dari koceknya sendiri untuk mendukung proyek mobil listrik.

Misalnya untuk pengembangan mobil sport mirip Lamborghini bernama Selo buatan Ricky Elson, Dahlan mengeluarkan dana Rp 1,5 miliar. Tucuxi karya Danet Suryatama, mobil sport mirip Ferrari, yang menghabiskan dana Rp 3 miliar juga dibiayai oleh Dahlan sendiri.

Lanjut membaca ke halaman berikutnya



Simak Video "Wujud Mobil Listrik dari Opel: Imut-imut, Harganya Cuma Rp 108 Jutaan"
[Gambas:Video 20detik]