Paten, 6 Produk Lokal RI Raih Penghargaan Desain Internasional!

Yudistira Imandiar - detikFinance
Minggu, 24 Okt 2021 18:08 WIB
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Didi Sumedi
Foto: Kemendag
Jakarta -

Enam produk dari Indonesia meraih penghargaan Good Design Award (GDA) atau G-Mark 2021, sebuah ajang penghargaan desain tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Japan Institute of Design Promotion (JDP). Keenam produk tersebut sebelumnya merupakan pemenang Good Design Indonesia (GDI) 2021.

"Dengan berhasil meraih penghargaan ini, menjadi bukti bahwa produk Indonesia mampu bersaing di pasar global. Semoga penghargaan ini mampu menjadi pendorong dalam menggerakkan kembali sektor perdagangan," ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Didi Sumedi dalam keterangan tertulis, Minggu (24/10/2021).

Ia menjelaskan melalui kolaborasi antara Direktorat Jenderal PEN Kementerian Perdagangan dengan JDP, GDI kini telah terkoneksi langsung dengan GDA. GDI bisa disebut sebagai screening awal bagi peserta untuk mengikuti GDA selain dari jalur mandiri.

Tahun ini, urai Didi, Ditjen PEN memfasilitasi 20 produk GDI untuk mengikuti the 2nd Screening GDA pada 17-19 Agustus 2021 di Aichi Sky Expo Jepang. Hasilnya, enam produk Indonesia, yaitu Kubiko, Poreblock, Mukura BYOND, Rekajalin, Jukung, serta Cakra Selaras Wahana meraih penghargaan.

Kubiko merupakan produk tas koper dari PT Continental Panjipratama. Produk ini terinspirasi dari gaya hidup mobile para pelancong dengan tuntutan tetap produktif, bahkan ketika sedang bepergian.

Produk lainnya, Poreblock adalah inovasi beton berpori dalam bentuk paving block yang dapat meresapkan air dari Teknologi Kanggo Nusantara Bagja. Memanfaatkan limbah batu bara dan memiliki laju infiltrasi 100 kali lebih cepat dari paving block konvensional, beton berpori ini memiliki kekuatan yang dapat dilewati truk seberat 8 ton.

Peraih penghargaan G-Mark lainnya, Mukura BYOND dari PT Mujur Kurnia Ampuh, sebuah roster yang berfungsi sebagai lubang angin untuk ventilasi dan penerangan alami dalam bangunan. Berbahan keramik granit, produk ini 75 persen lebih ringan daripada roster bata dan beton.

Kemudian, Rekajalin adalah anyaman dari PT Berkat Kriya Tritunggal. Produk ini terinspirasi dari ornamen relief candi dan corak anyaman suku Dayak, dibuat dengan teknik anyam Holografis Byoliving. Anyaman ini menggunakan rotan berkualitas dari hutan Kalimantan yang luas dan khusus dipilih sebagai material khas kebanggaan bangsa.

Produk berikutnya, Jukung dari Karya Dua Anyam berupa wadah modern berbentuk kotak sederhana yang menawarkan kemudahan penyimpanan dan dekorasi yang serba estetik. Terinspirasi dari bentuk perahu milik para penganyam wanita Kalimantan Selatan, karya desainer Eugenio Hendro dan Du Anyam ini dibuat secara handmade menggunakan bahan purun yang fleksibel dan alami.

Terakhir, Cakra Selaras Wahana, sebuah bangunan layang pertama di Indonesia yang berfungsi mengintegrasikan transportasi umum moda raya terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Jakarta dengan Transjakarta Koridor I, XIII, dan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB). Berdiri di ruas jalan terbatas, bangunan ini menjadi solusi aksesibilitas bagi halte koridor XIII yang selama ini belum dapat beroperasi karena terletak di ketinggian sekitar 23 meter di atas jalan.

Penghargaan ini, sambung Didi, diharapkan menjadi pintu pembuka yang lebih luas bagi produk Indonesia memasuki pasar global.

"Semoga di tahun depan, akan lebih banyak lagi produk-produk Indonesia yang berhasil meraih G-Mark dengan harapan produk Indonesia akan lebih mudah memasuki pasar global, khususnya Jepang," sebut Didi.

Sebagai informasi, GDI merupakan penganugerahan desain berskala nasional kepada desainer dan pelaku usaha Indonesia yang menciptakan karya desain produk kreatif dan inovatif, serta memiliki nilai komersial tinggi di pasar global. Selain untuk mendorong perkembangan sektor desain industri nasional, penyelenggaraan GDI juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja ekspor nonmigas Indonesia melalui penciptaan produk-produk bernilai tambah dan berdaya saing tinggi.



Simak Video "BNI Creativepreneur : Product Design For Competitive Advantage"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/dna)