Manufaktur RI Cetak Rekor Lagi, Lampaui Jepang dan China

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 01 Nov 2021 16:52 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan pabrik daur ulang plastik terbesar di Indonesia. Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 22.000 meter persegi dengan luas bangunan 7.000 meter persegi ini berlokasi di Kawasan Industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur.
Foto: Dok. Kemenperin
Jakarta -

Angka Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Oktober 2021 mencapai level 57,2 atau naik dibanding September yang berada di peringkat 52,2. Itu merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah manufaktur Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan posisi PMI di atas 50 menandakan bahwa sektor manufaktur sedang mengalami fase ekspansi. Dia yakin kondisi ini dapat dipertahankan bahkan terus meningkat.

"Kami yakin kondisi sektor manufaktur yang ekspansif dapat dipertahankan, bahkan meningkat karena perusahaan industri sudah kembali memacu produktivitas. Hal ini juga diperkuat dengan kondisi kesehatan masyarakat yang makin kondusif," kata Agus dalam keterangan tertulis dikutip detikcom, Senin (1/11/2021).

PMI manufaktur Indonesia pada Oktober 2021 itu melampaui PMI sejumlah negara manufaktur dunia di antaranya India (55,9), Vietnam (52,1), Jepang (53,2), Rusia (51,6), China (50,6), dan Korea Selatan (50,2). Capaian ini disebut hasil sinergi antara pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan terkait upaya pemulihan ekonomi.

"Artinya, kebijakan yang ditempuh dalam pengembangan industri di masa pandemi ini sudah berada di jalur yang benar, misalnya pemberian insentif fiskal dan nonfiskal yang dapat meningkatkan permintaan dan mengembalikan utilisasi," terangnya.

Melonjaknya PMI juga disebut sebagai salah satu wujud optimisme yang tinggi dari para pelaku industri manufaktur dalam menilai prospek ekonomi Indonesia ke depan. "Kepercayaan diri dan daya adaptasi industri di masa pandemi terlihat dari bangkitnya kembali PMI manufaktur Indonesia ke level ekspansif sejak November 2020 dan terus menguat hingga Oktober 2021, imbuhnya.

Di tengah berbagai tantangan global, kinerja industri manufaktur Indonesia di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara keseluruhan disebut menunjukkan tren pertumbuhan dari tahun ke tahun. Ini terlihat dari kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB yang selalu meningkat dan nilai investasi sektor manufaktur yang selalu bertambah.

Selain itu, kontribusi ekspor yang selalu dominan dalam struktur ekspor nasional, jumlah kontribusi pajak terhadap penerimaan negara, jumlah tenaga kerja yang bertambah, dan resiliensi yang tinggi terhadap gejolak lingkungan termasuk krisis. "Ini sekaligus menepis pandangan bahwa tengah terjadi deindustrialisasi di Indonesia, tandasnya.

Economics Associate Director IHS Markit, Jingyi Pan mengatakan PMI industri manufaktur di Indonesia mencapai catatan pertumbuhan paling cepat, seiring dengan perbaikan kondisi akibat pelonggaran lebih lanjut pada kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Kenaikan permintaan dan output juga menunjukkan kepercayaan sektor manufaktur yang lebih baik, sebagaimana terlihat pada Future Export Index, aktivitas pembelian dan perekrutan perusahaan. Itu semua merupakan tanda-tanda positif kemajuan sektor manufaktur di Indonesia," ungkapnya.

(aid/zlf)