ADVERTISEMENT

BPDPKS Beberkan Manfaat Ekonomi Replanting Sawit bagi Petani di Babel

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Senin, 08 Nov 2021 18:29 WIB
Kebun sawit
Foto: Screenshoot YouTube

Pada 2020 sektor pertanian Bangka Belitung menyumbang sebesar 20,47% bagi perekonomian wilayah. Dari angka tersebut, sub sektor perkebunan menyumbangkan 36,09% untuk pertanian. Peningkatan kinerja subsektor perkebunan tersebut turut mendorong kinerja industri pengolahan, khususnya industri makanan dan minuman melalui minyak sawit/crude palm oil (CPO).

Tahun 2018, produksi kelapa sawit di Bangka Belitung 119.056 ton kemudian naik sebanyak 126.675 ton di 2020. Produksi kelapa sawit pun diproyeksikan bertambah menjadi 130.602 ton di tahun ini dan 132.887 di tahun 2022.

Berkat kelapa sawit juga, nilai tukar petani (NTP) pada Juli 2021 sebesar 123,67 naik 2% dibandingkan Juni 2021. Begitu juga dengan nilai usaha rumah tangga pertanian pada Juli 2021 sebesar 123,13, naik 1,6% dibandingkan Juni 2021.

Terkait program replanting, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengatakan minat petani di Bangka Belitung cukup tinggi. Banyak dari petani setempat ingin menggantikan sawit-sawitnya yang sudah tidak produktif.

Kendati demikian dia menyoroti perlunya integrasi program replanting dengan program yang sudah ada. Sehingga tidak hanya memberi bantuan bibit dan pemotongan yang sudah tidak produktif.

"Tapi harus digandeng lagi ditambah dengan program menanam tanaman sela di saat-saat sambil menunggu tanaman sawit ini produktif. Ini kan butuh waktu kurang lebih 4 tahun. Jadi selama 4 tahun petani kita tidak mendapatkan penghasilan ini, di lahan yang sama, itu harus kita programkan," tandasnya.


(akn/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT