Harga Alat Tes PCR Bio Farma dari Rp 325.000 Jadi Rp 90.000, Kok Bisa?

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 09 Nov 2021 12:12 WIB
Jakarta -

PT Bio Farma (Persero) telah beberapa kali menurunkan harga alat tes PCR sejak 2020 hingga 2021. Bio Farma sempat menjual alat tes PCR (belum termasuk PPN) di Rp 325 ribu, kini sudah turun di Rp 90 ribu. Apakah selama ini ambil untungnya kegedean?

Pada dokumen yang disajikan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, pada Agustus 2020, pihaknya menjual alat tes PCR Rp 325 ribu.

"Bulan Agustus 2020-Januari 2021 (5 bulan) dengan produksi Biocov (Singleplex) dengan kapasitas produksi yang masih sedikit, namun harga tersebut sudah mampu mendorong harga kompetitor menurunkan harga reagen PCR yang berkisar Rp 400.000-800.000 per test," bunyi keterangan dalam dokumen tersebut dikutip Selasa (9/11/2021).

Selanjutnya pada September tahun 2020, harga alat tes PCR yang dijual Bio Farma Rp 250 ribu. Dalam keterangan Bio Farma, mulai akhir tahun 2020 perusahaan melakukan inovasi produk menjadi Mbiocov Multiplex sehingga mulai diminati pasar Sehingga kebutuhan mulai meningkat.

Pada Agustus 2021, harga alat tes PCR Bio Farma turun lagi menjadi Rp 113.636. Saat itu Bio Farma mulai melakukan peningkatan kapasitas produksi dengan mengoperasikan fasilitas ex Flu Burung untuk produksi reagen PCR kit.

Harga alat tes PCR produksi Bio Farma kembali turun menjadi Rp 90 ribu pada Oktober 2021. Harga yang berlaku ini diharapkan bisa membuat permintaan meningkat dan biofarma dapat mengoptimalkan kapasitas produksi sampai dengan 5 juta per bulan.

"Kami berkeyakinan dengan semakin banyak suplai dalam negeri mungkin harga ini bisa kita turunkan sampai level tertentu, dan juga dengan adanya bisnis model yang berkembang sekarang antara kolaborasi antara pemilik mesin sendiri dan pemilik reagennya sendiri mungkin juga bisa menekan harga sampai level tertentu," tambah Honesti.

(toy/fdl)