Soal AS Mau Bangun Pabrik Obat di RI, Luhut: Tinggal Final Touch

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 12 Nov 2021 19:20 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Sekretariat Presiden)
Foto: Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS), Merck memberikan sinyal kuat akan membangun pabrik obat COVID-19, Molnupiravir di Indonesia.

Luhut mengatakan sudah bertemu langsung dengan pihak Merck di New Jersey, AS belum lama ini. Dari hasil pertemuan tersebut, perusahaan farmasi asal Negara Paman Sam itu hampir sepakat untuk membangun pabrik di RI.

"Tadi malam saya bicara dengan Menteri Kesehatan, dengan Merck Industry -obat dari Amerika, New Jersey yang saya temui di New Jersey- kami hampir sepakat, hampir selesai bahwa kita akan dapat pabriknya di Indonesia," katanya pada acara UMKM Toba Vaganza yang disiarkan di saluran YouTube Jasa Keuangan, Jumat (12/11/2021).

Mantan Menko Polhukam itu menjelaskan bahwa kesepakatan Indonesia dengan Merck tinggal sentuhan terakhir saja. Luhut optimistis akan dicapai kesepakatan tersebut.

Jika itu berhasil, dalam hal ini Merck akan membangun pabrik obat COVID-19 di Indonesia maka dapat membantu menyembuhkan masyarakat yang terkena virus Corona. Apalagi obat Molnupiravir ini disebut mujarab.

"Kalau itu sampai jadi ya kita doakan itu tinggal final touch, dan menurut saya sih mestinya oke, kita akan lebih longgar karena obat ini Molnupiravir ini, itu bisa akan menolong yang early stage, yang ketahuan awal bisa dalam 5 hari kita cure (menyembuhkan) dengan obat ini dan tingkat success rate-nya cukup tinggi," tambah Luhut.

Luhut pada kesempatan lain menjelaskan, kasus-kasus ketidakmampuan RI mendapatkan obat hingga vaksin sebelumnya harus menjadi pelajaran. Hal itu menjadi salah satu alasan pemerintah gencar ingin ada pabrik obat COVID-19 di RI.

Dia memastikan Indonesia akan memperoleh kerja sama dengan Merck dan mendorong agar pabrik obat tersebut bisa dibangun di Indonesia.

"Merck dan Pfizer itu sangat maju, Insyaallah kita akan dapat itu. Harus ada pabrik di dalam negeri. Agar kita tidak jadi pengimportir aja tetapi bisa produsen, negara sebesar ini jangan jadi negara pengimpor saja!" tegas Luhut dalam konferensi pers, Senin (8/11/2021).

(toy/hns)