Krakatau Steel Jual Saham Anak Usaha Buat Bayar Utang Rp 2,8 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 04 Des 2021 18:31 WIB
PT Krakatau Steel (persero) Tbk kembali membangun pabrik pipa baja untuk anak perusahaannya, PT Krakatau Hoogoven Indonesia di Cilegon. Total Investasinya mencapai Rp 335,6 miliar dengan target´┐Ż kapasitas produksi 150.000 ton per-tahun. Yuk, kita lihat proses produksi pipa baja di pabrik tersebut.
Pabrik Baja Krakatau Steel/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengungkap akan menjual saham Subholding Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI). Hal itu dilakukan untuk membayar utang yang jatuh tempo Desember ini.

Direktur Keuangan Krakatau Steel Tardi mengatakan hasil penjualan saham KSI ini dilakukan untuk memenuhi kewajiban membayar utang modal kerja senilai US$ 200 juta atau Rp 2,8 triliun (kurs Rp 14.200). Utang itu berasal dari Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

"Saat ini kami sedang berada dalam negosiasi tahap akhir untuk kedua bidder tersebut. Krakatau Steel harus menjamin proses ini sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku agar terciptanya tata kelola perusahaan yang baik. Selain itu, manajemen Krakatau Steel juga harus memperhatikan agar kepentingan Krakatau Steel terjaga dalam proses ini," jelas Tardi, dalam keterangannya dikutip, Sabtu (4/12/2021)

Tardi pun mengungkap saat ini ada dua bidder yang sudah memasukkan harga yakni dari Indonesia Investment Authority (INA) dan konsorsium Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Ia menambahkan dalam menyelesaikan negoisasi ini, diperlukan kecermatan dan kehati-hatian sehingga terpenuhi aspek hukum dan aspek bisnis yang nantinya akan bermanfaat bagi para pihak yang terlibat.

Ketika proses tersebut selesai baik konsorsium INA maupun konsorsium PPA berkomitmen akan menyelesaikan pembayaran di bulan Desember 2021. Melalui pembayaran ini, Krakatau Steel dapat memenuhi kewajiban utang di bulan Desember 2021.

"Krakatau Steel akan tetap menjaga kemampuan perusahaan dalam membayar utang melalui serangkaian inisiatif strategis perusahaan. Pengelolaan utang ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan mengacu kepada perjanjian kredit restrukturisasi yang ditandatangani pada Januari 2020 dengan 10 kreditur," ujarnya.

"Krakatau Steel telah membayar cicilan utang sebesar Rp 444,7 miliar pasca restrukturisasi utang yang terdiri dari utang Tranche A hasil kesepakatan restrukturisasi utang Krakatau Steel sebesar Rp 258 miliar dan cicilan utang kepada Commerzbank Rp 186,7 miliar," tutup Tardi.



Simak Video "Silmy Karim Ungkap Akal-akalan Importir Baja Hindari Pajak"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)