Erick Thohir Blak-blakan Krakatau Steel Terancam Bangkrut Gara-gara Ini

Aulia Damayanti - detikFinance
Minggu, 05 Des 2021 09:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir
Foto: Tangkapan Layar (Foto: YouTube Channel Setpres)
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan alasan kemungkinan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Desember ini bisa bangkrut.

Menurutnya itu bisa terjadi jika sejumlah langkah-langkah restrukturisasi gagal dilakukan. Erick Thohir mengungkap hal tersebut Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI Kamis lalu.

"Untuk Krakatau Steel ini memang ada tiga langkah, problem-nya langkah ketiga ini macet. Ada dua restrukturisasi yang harus dijalankan Krakatau Steel, satu negosiasi ulang dengan POSCO ini juga nggak mudah. Tapi memang salah satunya yang sekarang ini krusial, kalau ketiga gagal, kedua gagal, dan pertama gagal maka Desember ini (Krakatau Steel) bisa default," katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR dikutip Sabtu (4/12/2021).

Maksud Erick mengenai langkah ketiga yang macet yaitu investasi blast furnace, di mana investasi senilai US$ 850 juta sejak 2008. Namun investasi itu mangkrak. Meski sempat ada titik terang dengan China, namun disebutkan upaya itu gagal.

"Kemarin sempat ada diskusi dengan partner China. Mereka ingin ambil alih blast furnace ini, tetapi dibetulin total dan mereka tambah duit dengan hitung-hitungan yang baik cuma nggak jadi karena baja lagi naik harganya. Jadi, untuk membangun pabriknya mereka butuh dua kali lipat jadi mereka mundur," ujarnya.

Langkah kedua, mengenai negosiasi dengan salah satu perusahaan baja terbesar, POSCO. Pemerintah mendorong agar kerja sama dengan POSCO bisa 50-50.

Namun, Erick mengakui hal ini tidak mudah dan sampai saat ini belum ada tanggapan dari POSCO sendiri.

"Salah satunya negosiasi ulang, karena kan selama ini KS kerja sama dengan POSCO, jadi POSCO mayoritas kita minoritas. Ini kita lagi coba untuk 50-50, belum ada jawaban dari POSCO namanya juga usaha. Belum ada jawaban masih tahap negosiasi," ungkapnya.

Terakhir Erick mengungkap kemungkinan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority alias INA bisa berinvestasi di Krakatau Steel.

"Nah ini salah satunya sebenarnya kita mengundang, ini bukan jeruk makan jeruk ya, INA untuk berinvestasi, INA sebenarnya kan kita juga ya untuk investasi sehingga barangnya nggak lari ke luar," imbuh Erick.

Simak juga 'Blak-blakan Silmy Karim, Krakatau Steel dari Buntung Jadi Untung':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)