Lengkap! Kinerja Sektor Industri Selama 2021 dan Proyeksi 2022

Dea Duta Aulia - detikFinance
Kamis, 30 Des 2021 14:38 WIB
Aktivitas di pelabuhan peti kemas
Foto: dok. Pelindo I

Selain itu, guna meningkatkan kinerja sektor industri, Kemenperin telah menjalankan program dan kebijakan strategisnya seperti program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), pengembangan industri halal, dan program substitusi impor 35% tahun 2022.

Kementerian Perindustrian juga fokus untuk terus membangun sektor industri manufaktur yang berdaulat, mandiri, berdaya saing, dan inklusif. Namun demikian, pandemi COVID-19 memberikan dampak terhadap upaya dalam rangka mencapai sasaran prioritas nasional tersebut.

"Meski adanya gejolak dan tantangan akibat pandemi, sektor industri manufaktur konsisten memainkan peranan pentingnya sebagai penggerak dan penopang utama bagi perekonomian nasional. Bahkan, kami dapat menyatakan bahwa sektor industri manufaktur merupakan sektor pendorong utama bagi Indonesia untuk keluar dari resesi," kata Agus.

Proyeksi 2022

Lebih lanjut Agus mengatakan meski pandemi COVID-19 masih belum menunjukkan ujungnya, Kemenperin tetap optimistis menghadapi tahun 2022.

"Seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional, kami menargetkan pertumbuhan industri manufaktur sebesar 4-4,5% pada tahun 2021 ini, dan sebesar 4,5-5% pada tahun 2022," ujar Agus.

Soal nilai ekspor industri manufaktur ditargetkan pada kisaran US$ 170-175 miliar pada tahun 2021, dan akan mencapai US$ 175-180 miliar pada tahun 2022. Sementara pada nilai investasi, Kemenperin menargetkan sebesar Rp 280-290 triliun pada tahun 2021, dan sebesar Rp 300-310 triliun pada 2022.

"Kami juga menargetkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 20,84 juta orang di tahun 2022," ucap Agus.

Dalam upaya mencapai target-target tersebut, Kemenperin telah mengidentifikasi berbagai tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2022. Tantangan tersebut antara lain terkait disrupsi dari supply chain, kelangkaan kontainer yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan perdagangan lewat laut.

Tantangan lainnya yaitu berbagai event internasional khususnya eksibisi atau pameran internasional yang diselenggarakan dalam bentuk virtual atau digital dinilai kurang mampu menarik bagi pengunjung.

Berikutnya, ketergantungan impor bahan baku serta bahan baku penolong, dan perlu adanya upaya mitigasi terhadap gelombang varian virus omicron pada sektor industri.

"Kami juga mengkaji untuk adanya usulan pemberian insentif baru bagi sektor industri tertentu agar daya saing industri meningkat," urai Agus.

Kemenperin juga akan menggulirkan beberapa program utama, misalnya kembali berpartisipasi Kemenperin sebagai special guest pada Hannover Messe 2022.

"Event tersebut penting karena Indonesia akan menerima penyerahan status partner country dari Portugal yang menjadi partner country Hannover Messe 2022, sekaligus memantapkan langkah Indonesia menapaki era Industri 4.0 bersama negara-negara industri di dunia," terang Agus.

Melalui partisipasi Hannover Messe 2022 ini, diharapkan ada kesepakatan-kesepakatan baik G-to-G maupun B-to-B yang mendukung terciptanya investasi perusahaan multinasional maupun peluang ekspor.

Indonesia juga resmi memegang Presidensi G20 Tahun 2022 mulai 1 Desember 2021, dengan Pemerintah Indonesia menetapkan tema besar untuk presidensi ini, yaitu 'Recover Together, Recover Stronger'.

Sebagai Presiden pada forum G20 tahun 2022, Pemerintah Indonesia mengusulkan penambahan isu industri dalam Trade and Investment Working Group menjadi Trade, Investment and Industry Working Group (TIIWG).

Pada Working Group tersebut akan dilakukan pembahasan isu-isu prioritas terkait industri, perdagangan dan investasi dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi dunia dari dampak pandemi COVID-19.

Adapun isu industri yang rencananya akan diusung dalam TIIWG adalah 'Inclusive and Sustainable Industrialization via Industri 4.0' dalam tema besar penguatan SDGs untuk pemulihan ekonomi.

"Diharapkan hal ini dapat memantik diskusi negara Anggota G20 untuk mempercepat implementasi industri 4.0, meningkatkan pemerataan akses teknologi, memitigasi dampak negatif dari perubahan teknologi dan memperkuat kolaborasi untuk mendukung industri yang inklusif, berkelanjutan dan pemulihan ekonomi global," paparnya.

Kemudian, melalui pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) akan dibangun fasilitas produksi fitofarmaka sebanyak 1 unit di Balai Besar Kimia Kemasan yang mendukung program substitusi impor. Ruang yang akan dibangun adalah Miniplant for Phytopharmaca Production, Smart Laboratory, Centre of Essential Oil, Soft Computing Room dan Satelite 4.0 for Phytopharmaca.

Pada tahun 2022 juga akan dilakukan pengembangan kerja sama dan ekosistem PIDI 4.0 serta pengisian atas fasilitas showcase, peralatan pelatihan dan laboratorium riset dan test bed di PIDI 4.0.

PIDI 4.0 juga akan fokus pada penyiapan SDM untuk kelembagaan PIDI serta pengembangan talent pool dan expert pool industri 4.0. Akan dikembangkan juga satelit-satelit PIDI yang berada di satuan Pendidikan Politeknik Kemenperin dan perusahaan industri.

Kemenperin juga mengambil inisiatif untuk membangun Indonesia Manufacturing Center (IMC) yang akan menjembatani kesenjangan antara sisi demand dari industri terhadap permesinan dan sisi suplai permesinan.

Hal tersebut dilakukan dari hasil riset, pengembangan, dan inovasi baik oleh perguruan tinggi, lembaga riset, atau industri.

Pada Tahun 2022 juga akan dilakukan Pengembangan Center Of Excellence Alat Kesehatan Fasilitasi Pendampingan Komersialisasi Hasil Riset Inovasi dan Fasilitasi Infrastruktur Center Of Excellence Alat Kesehatan .

Kemenperin juga akan kembali memberikan fasilitasi sertifikasi secara gratis kepada perusahaan industri dalam negeri meliputi tidak terbatas terhadap produk industri alat kesehatan, alsintan, farmasi, permesinan, elektronika dan telematika, logam, kelistrikan, kimia, pupuk, otomotif dan komponennya, keramik, semen, tekstil, dan produk IKM.

Fasilitasi sertifikasi TKDN pada tahun 2022 juga akan diberikan sekurang-kurangnya untuk 1.250 sertifikat produk.


(prf/hns)