Stok Pupuk Dipantau Ketat 24 Jam Biar Nggak Bocor, Bagaimana Caranya?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 21 Jan 2022 16:00 WIB
Musim tanam pertama 2021 dimulai Maret-April 2021. Ketersediaan pupuk untuk petani pun terus dipantau. Salah satunya di gudang Pupuk Kaltim di Tabanan, Bali.
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta -

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) punya cara khusus mengamankan stok pupuk 24 jam. Bagaimana caranya?

Program yang dijalankan PKT terkait implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional (Obvitnas) berupa penerapan Electronic Security Sistem (ESS), sangat membantu kegiatan pengamanan perusahaan dengan pembatasan akses bagi pihak yang tidak berkepentingan.

Selanjutnya penerapan Command Center sebagai pusat komando piket selama 24 jam, mengikuti perkembangan teknologi yang berguna untuk pengembangan sistem pengamanan secara kontinyu, serta melakukan program peningkatan kompetensi anggota satuan pengamanan, agar memiliki wawasan luas terkait tugas dan tanggung jawab yang dijalankan.

"PKT juga melakukan kegiatan yang sifatnya menunjang kinerja anggota satuan pengaman, seperti pelatihan dan training. Selain meningkatkan kepedulian seluruh insan Perusahaan dengan memberikan kesadaran bahwa keamanan menjadi tugas bersama," kata Direktur Keuangan dan Umum PKT Qomaruzzaman, Jumat (21/1/2022).

Profesionalitas pengelolaan seluruh sistem manajemen perusahaan, menjadi salah satu kunci PKT meningkatkan kinerja di segala bidang. Selain itu, perbaikan dan inovasi berkelanjutan juga terus dikembangkan PKT sehingga mampu menjadi Perusahaan terdepan yang terjamin keamanannya.

"PKT berkomitmen untuk meningkatkan kinerja dalam bidang keamanan dari berbagai potensi ancaman serta gangguan. Atas dukungan audit dan sertifikasi ini, kami harap sinergi antara PKT dengan Polri terus berjalan berkesinambungan," tambah Qomaruzzaman.

PKT juga menerima SM) Obvitnas dari Mabes Polri setelah dilakukan audit oleh tim auditor SMP Obvitnas pada Oktober 2021. Sertifikat diserahkan langsung oleh Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Priyo Widyanto, didampingi Dirpamobvit Baharkam Polri Brigjen Pol Suhendri dan diterima oleh Direktur Keuangan dan Umum PKT Qomaruzzaman, di Hotel Horison Ciledug Tangerang, Banten, Rabu (19/1).

Qomaruzzaman mengatakan, hasil audit tersebut menetapkan implementasi SMP Obvitnas PKT dengan capaian skor 96,27 klasifikasi Gold dan telah memenuhi standar pengamanan, sesuai Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2019 tentang Sistem Manajemen Pengamanan, yang merupakan tindaklanjut Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Obvitnas.

Audit tersebut bersifat final, di mana tim auditor telah memastikan seluruh hasil verifikasi sebelumnya tidak memiliki temuan baru dalam mengantisipasi serta mengeliminasi potensi risiko dan gangguan yang bisa terjadi.

"Audit SMP Obvitnas sangat penting dilakukan untuk meningkatkan upaya serta langkah strategis PKT dalam mengeliminasi potensi ancaman maupun gangguan, sehingga keamanan Perusahaan dapat dikelola dan dicegah secara sistematis," ujar Qomaruzzaman.

Apa saja yang diaudit? Cek halaman berikutnya.