Mau Bikin Industri Mobil Listrik di RI, Produsen iPhone Siapkan Rp 113 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 25 Jan 2022 19:15 WIB
speaks during the news conference on June 18, 2015 in Chiba, Japan. Softbank Corp. announced that its humanoid product, Pepper, developed by the companys Aldebaran Robotics unit, will be available for consumers at 198,000 yen on June 20, 2015. SoftBank Corp. also announced that  Alibaba Group Holding Limited and Foxconn Technology Group reached an agreement that Alibaba and Foxconn will each invest 14.5 billion in SoftBank Robotics Holdings Corp., to promote Softbanks robotic business including Pepper to the global market.
Foxconn/Foto: Koki Nagahama/Getty Images
Jakarta -

Foxconn, perusahaan perakit handphone iPhone asal Taiwan bakal investasi gede-gedean di sektor kendaraan listrik Indonesia. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan investasi sebesar Rp 113 triliun bakal dikucurkan Foxconn.

Menurut Bahlil, sudah 20 tahun lamanya Indonesia mengejar investasi Foxconn, akhirnya kini bisa terwujud.

"Kemarin saya baru tanda tangan dengan Foxconn, 20 tahun Indonesia kejar mereka nggak masuk. Kemarin saya kejar tanda tangan MOU dengan Foxconn masuk ke Indonesia Rp 113 triliun," ungkap Bahlil dalam acara Economic Outlook 2022 yang dilakukan Hipmi, Selasa (25/1/2022).

Bahlil menyatakan Foxconn bakal memperkaya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan itu akan membuat motor dan mobil listrik, kemudian Foxconn juga akan membuat komponen baterai kendaraan listrik.

Bukan cuma itu, Bahlil juga menyatakan Foxconn bakal memindahkan sebagian volume pabrik sparepart telekomunikasi ke Indonesia dari China. Pabriknya akan dibuat di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah.

"Terakhir memindahkan sebagian volume pabrik mereka di China untuk sparepart telekomunikasi akan dibangun di Batang," ujar Bahlil.

Dengan berbagai investasi kendaraan listrik yang masuk ke Indonesia, Bahlil menyebut Indonesia bakal menjadi negara industrial beberapa tahun ke depan.

"Ke depan Indonesia akan jadi negara industri manufaktur terbesar di Asia Tenggara," tegas Bahlil.



Simak Video "Bahlil Ungkap Hasil Pertemuan dengan 12 Perusahaan AS"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)