Pemerintah Mau Genjot SDM Industri, Bagaimana Caranya?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 26 Jan 2022 10:15 WIB
Produk diagnostik kesehatan sangat dibutuhkan untuk mengetahui dengan cepat di lapangan apakah seorang terjangkit suatu penyakit atau terinfeksi virus seperti COVID-19.
Ilustrasi industri/Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta -

Pemerintah lewat Kementerian Perindustrian memiliki program peningkatan sumber daya manusia. Banyak cara yang dilakukan salah satunya adalah dengan melakukan kerja sama antara sektor akademis dengan industri langsung.

Kepala BPSDMI Kemenperin, Arus Gunawan mengatakan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDM) sudah menjalin kerja sama langsung dengan industri sektor industri.

"Kolaborasi yang terjalin misalnya antara Politeknik AKA Bogor selaku salah satu perguruan tinggi vokasi yang dibina BPSDMI Kemenperin dengan perusahaan pengolahan susu PT Indolakto yang telah menerapkan industri 4.0. Kerja sama ini dalam rangka menyelenggarakan pendidikan setara Diploma 1 (D1) bidang penjaminan mutu industri pangan," kata dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kepala BPSDM Kemenperin, Arus Gunawan dengan GM Human Resources PT Indolakto, Tito Rianto di gedung Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI).

Arus menjelaskan, program D1 yang diinisiasi oleh BPSDMI Kemenperin merupakan upaya untuk menyelaraskan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi modern. Misalnya, calon peserta akan dibekali dengan mata kuliah terkait penerapan industri 4.0.

"Total ada sebanyak 40 SKS, yang terdiri dari 70% praktik dan 30% teori," tuturnya.

Untuk mengimplementasikan hasil perkuliahan, calon lulusan diwajibkan mengikuti program magang di perusahaan tersebut untuk belajar mengenai penerapan industri 4.0.

"Program setara D1 ini akan diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari empat pabrik Indolakto yang berlokasi di Jakarta, Cicurug, Pandaan dan Purwosari," imbuhnya.

Arus menyampaikan, program setara D1 tersebut juga merupakan Langkah awal yang sejalan dengan kebijakan pembangunan vokasi industri bertaraf global menuju corporate university. Hal ini merupakan inisiatif strategis program transformasi kelembagaan BPSDMI dan unit-unit pendidikan untuk melakukan perubahan menuju arah global.

"Upaya transformasi sebagai corporate university dilakukan melalui penyelenggaraan pendidikan dual system dengan science, technology, engineering, and mathematics (STEM) learning model berstandar global dan pengembangan kelas industri," paparnya.

Selain itu, dalam menyiapkan kompetensi SDM dalam menghadapi era industri 4.0, Kemenperin telah membangun Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI 4.0) sebagai solusi satu atap implementasi Industri 4.0 di Indonesia dan sebagai Jendela Industri 4.0 Indonesia pada dunia.



Simak Video "Jokowi Wanti-wanti Relevansi Program Studi Bisa Berubah Dalam 5 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]