Laba Tesla Melonjak 6 Kali Lipat Jadi Rp 78 T, Elon Musk Jadi Makin Kaya

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 27 Jan 2022 11:24 WIB
Elon Musk
Elon Musk/Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Jakarta -

Produsen mobil listrik terbesar di dunia, Tesla melaporkan lonjakan laba 2021 menjadi US$ 5,5 miliar atau setara Rp 78,8 triliun (kurs Rp 14.345). Tesla mengungkap laba tersebut naik enam kali lipat dari laba tahun 2021, dan menjadi rekor tertinggi dalam 19 tahun.

CEO Tesla Elon Musk mengungkap meski perusahaannya terus tumbuh, masalah kelangkaan chip masih menghantui sampai tahun depan. Pada 2021, Tesla masih mampu bertahan di tengah krisis chip karena beralih ke jenis yang mudah didapatkan.

Hal itu dilakukan dengan melakukan perubahan pada produk dan perangkat lunak mobil agar bisa bekerja dengan lebih banyak variasi chip daripada kendaraan lain.

"Kekurangan chip masih menjadi masalah Kami perkirakan kelangkaan chip tahun ini sampai tahun depan," ujarnya dikutip dari The New York Times, Kamis (27/1/2022).

Pihaknya juga menjelaskan bahwa pabrik Tesla tahun ini masih akan kembali membatasi produksi karena kekurangan pasokan.

"Pabrik kami sendiri telah berjalan di bawah kapasitas selama beberapa kuartal karena rantai pasokan menjadi faktor pembatas utama, yang kemungkinan akan berlanjut hingga 2022," lanjutnya.

Untuk itu, Musk mengatakan pihaknya tidak akan menambah produk baru tahun ini karena masih fokus peningkatan produksi.

"Menambahkan model sementara permintaan melebihi pasokan tidak masuk akal. Jika kami memperkenalkan kendaraan baru, total output kami akan berkurang," ucapnya.

Sebagai informasi, pendapatan Tesla juga naik menjadi US$ 53,8 miliar pada 2021 dari US$ 31,5 miliar pada 2020. Pengiriman meningkat 87% menjadi 936.000 mobil.

Pada kuartal IV-2021, Tesla juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan 65% menjadi U$ 17,7 miliar, dan laba bersih naik menjadi US$ 2,3 miliar, dari US$ 270 juta pada periode yang sama 2020.

(ara/ara)