Pengertian Dumping: Tujuan, Jenis, Contoh, serta Untung dan Ruginya

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Selasa, 29 Mar 2022 16:07 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Dumping adalah kebijakan menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih mudah dibandingkan di dalam negeri (domestik).

Dumping diartikan sebagai pembedaan (diskriminasi) harga dari produsen yang menjual barang di luar negeri, dengan harga yang lebih murah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi.

Dikutip dari e-book Ekonomi Peminatan Ilmu-ilmu Sosial Kelas XI karya Basuki Darsono, dumping merupakan praktik penjualan suatu komoditi ke luar negeri, dengan harga jauh lebih rendah dari harga di pasaran domestik (bahkan di bawah harga pokoknya).

Tujuan Dumping

Beberapa tujuan dumping adalah sebagai berikut:

  • Memperoleh keunggulan bersaing dengan pemasok negara lain.
  • Meningkatkan volume perdagangan
  • Menghabiskan stok produk dagang
  • Menguntungkan negara pengimpor, terutama menguntungkan konsumen mereka.

Cara Kerja Dumping

Cara kerja dumping sendiri biasanya hanya berlaku sementara. Dumping dilakukan dengan cara harga produk akan dinaikkan sesuai dengan harga pasar, setelah berhasil merebut dan menguasai pasar internasional, begitu seperti dikutip dari Modul Calon Guru Kemdikbud IPS-Ekonomi karya tim GTK DIKDAS.

Biasanya kebijakan dumping dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri. Setelah persaingan di luar negeri mati, maka harga di luar negeri akan dinaikkan untuk menutup kerugian sewaktu melakukan kebijakan dumping.

Namun, pelaksanaan politik dumping dalam praktik perdagangan internasional dianggap sebagai tindakan yang tidak terpuji (unfair trade) karena dapat merugikan negara lain.

Jenis Dumping

Dalam perdagangan internasional, jenis dumping terbagi menjadi tiga yaitu:

1. Persistent Dumping

Persistent dumping adalah praktik dumping secara terus-menerus. Artinya, diskriminasi harga yang dilakukan secara berkelanjutan, tanpa mempedulikan protes dari negara lain. Praktik dumping ini pernah dilakukan Jepang, sebelum Perang Dunia ke-2 untuk menerobos negara itu di pasar luar negeri.

2. Sporadic Dumping

Sporadic dumping adalah praktik untuk melepas persediaan yang besar ke pasar luar negeri. Hal ini biasanya didorong oleh lemahnya pasar domestik.

3. Predatory Dumping

Predatory Dumping adalah praktik dumping untuk menghancurkan pesaing. Praktik ini akan menghalang pesaing asing dari pasar luar negeri, yang menjadi sasarannya. Setelah negara pesaing mengundurkan diri, harga akan dinaikkan untuk menutup kerugian yang dialami sebelumnya.

Para ahli ekonomi banyak menganggap adanya beberapa jenis dumping di atas juga, dianggap sebagai praktik yang membahayakan. Hal ini bisa dilihat secara internasional, berdasarkan persetujuan umum tentang tarif dan perdagangan atau dalam bahasa Inggris, General Agreement on Tarifs and Trade (GATT).

Dalam persetujuan GATT itu, terdapat larangan praktik dumping dengan mengizinkan bea masuk yang tinggi atas barang dumping.

Keuntungan dan Kerugian Dumping

Keuntungan dumping adalah kemampuan perdagangan, bisa untuk menembus pasar dengan harga produk yang sering dianggap tidak adil. Negara pengekspor bisa menawarkan subsidi kepada produsen, dalam rangka menutupi atau mengimbangi kerugian jika produk yang dijual di bawah biaya produksi.

Apakah praktik dumping dapat menyebabkan kerugian negara? Praktik dumping dapat menyebabkan kerugian negara. Kerugian dumping yaitu harga subsidi bisa akan sangat mahal secara berkelanjutan. Selain itu, kelemahan dumping memungkinkan negara importir untuk membatasi barang. Sehingga, pembatasan tersebut mengakibatkan peningkatan biaya ekspor ke negara yang membatasi jumlah yang akan diimpor ke negara tujuan produk.

Contoh Dumping

Contoh dumping bisa kita lihat dari gambaran berikut: Apabila Indonesia menganggap barang hasil produksinya yang diekspor negara ke negara Singapura dikenakan tarif masuk yang tinggi, maka sebagai balasannya bila Singapura mengimpor barang dari Indonesia, Indonesia akan memberikan harga jual yang lebih tinggi. dengan adanya tindakan itu, diharapkan Singapura akan menurunkan tarif masuknya ke Indonesia.

Demikian penjelasan tentang pengertian dumping. Detikers, jadi makin paham bukan?

Lihat juga Video: Hyundai Creta Buatan RI Dijual di Thailand, Segini Perbandingan Harganya

[Gambas:Video 20detik]




(fdl/fdl)