ADVERTISEMENT

Menperin Sebut TIIWG G20 Buka Peluang Kerja Sama Genjot Industri 4.0

Zefanya Aprilia - detikFinance
Rabu, 30 Mar 2022 18:46 WIB
Kemenperin Sebut TIIWG Jadi Peluang Kerjasama Percepatan Industri 4.0
Foto: Dok. Kemenperin
Jakarta -

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan masuknya nomenklatur industri secara resmi dalam Trade and Investment Working Group sehingga menjadi Trade, Investment and Industry Working Group (TIIWG) G20, menjadi peluang kerja sama percepatan industri 4.0 untuk kebangkitan ekonomi dunia.

Menurutnya, penambahan isu industri dalam sidang tersebut merupakan inisiatif Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi 2022. Hal ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya isu industri secara resmi didiskusikan sebagai salah satu isu utama di G20, bersama isu perdagangan dan investasi

"Meskipun bukan hal yang baru dan kerap dibahas, namun memang secara khusus format TIIWG baru ada saat ini. Ini merupakan sejarah bagi gelaran G20," kata Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (30/3/2022).

Melalui pertemuan TIIWG ini, Agus menjelaskan Indonesia bertekad untuk memanfaatkannya dengan mengajak anggota G20 dapat berkolaborasi dalam mengatasi tantangan akibat pandemi, dan merumuskan strategi bersama untuk mencapai industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan begitu, dapat tercipta ekonomi yang lebih kuat dan tangguh dalam menghadapi krisis.

Dia optimis adanya investasi dapat membangun industri yang berdaya saing dan membuka peluang akses perdagangan yang lebih luas dan berkontribusi pada sistem perdagangan dunia. Ia menambahkan Kemenperin akan fokus terhadap salah satu isu yang dibahas pada pertemuan TIIWG tahun ini, yakni terkait penerapan industri 4.0.

Tujuannya untuk memacu industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan, serta terkait dengan tema besar dalam penguatan untuk pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang akan berdampak pada pemulihan ekonomi.

Lebih lanjut, isu Industri 4.0 dipilih karena memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, mengurangi konsumsi energi dan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas sumber daya. Selain itu, dalam banyak penelitian juga menunjukkan bahwa sektor manufaktur yang telah mengadopsi industri 4.0, mampu lebih tangguh dalam menghadapi krisis seperti dampak dari pandemi.

"Oleh karena itu, percepatan implementasi industri 4.0 dapat menjadi solusi industri untuk siap menghadapi krisis yang mungkin akan terjadi pada masa mendatang," tandasnya.

Maka demikian, melalui isu industri 4.0 yang diangkat dalam TIIWG G20, Menperin mendorong terjadinya percepatan transformasi digital dan inovasi di sektor industri yang dapat memberikan potensi untuk meningkatkan nilai tambah, produktivitas dan efisiensi industri.

Pertemuan pertama TIIWG telah dimulai sejak 29 Maret dan berlangsung hingga 31 Maret 2022 di Surakarta. Pertemuan itu diikuti oleh 41 delegasi anggota G20, para naratetama (VVIP), dan organisasi-organisasi internasional.

Dalam pertemuan tersebut, akan dibahas tiga dari enam isu utama dalam TIIWG, yakni Peran Sistem Perdagangan Multilateral untuk akselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), perdagangan digital dan rantai nilai global berkelanjutan (Sustainable Global Value Chain/GVCs) yang berkelanjutan, serta industrialisasi inklusif yang berkelanjutan melalui Industri 4.0.

Selain itu, para delegasi juga akan mengikuti sejumlah agenda budaya yang telah dipersiapkan oleh Kemenperin sebagai penyelenggara, didukung oleh Pemerintah Kota Solo serta Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Pada hari pertama, para tamu mengunjungi Sustainable Furniture Exhibition yang ditampilkan di lokasi pertemuan, Hotel Alila Solo.

Kemudian para tamu dibawa mengunjungi de Tjolomadoe, monumen bersejarah yang merupakan bekas pabrik gula di tahun 1930-an.

(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT