5 Fakta di Balik Investasi Jumbo LG di KIT Batang Rp 142 T

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 09 Jun 2022 06:15 WIB
Presiden Jokowi didampingi Menteri BUMN Erick Thohir hingga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Batang. (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Jokowi didampingi Menteri BUMN Erick Thohir hingga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Batang. (Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan industri baterai listrik terintegrasi tahap dua di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah pada Rabu (8/6). Proyek ini bekerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, LG Energy Solution.

Sederet fakta unik investasi LG di KIT Batang:

1. Serap 20.000 Pekerja

Proyek industri baterai Electronic Vehicle (EV) LG akan membuka kesempatan kerja untuk 20.000 orang. Jokowi sangat mengapresiasi hal ini, dan menyebut jika pembukaan lapangan kerja adalah kunci.

"Dan yang paling saya senang, menyerap karyawan, SDM, tenaga kerja kita 20.000 orang. Ini jumlah yang tidak kecil,"katanya dalam Seremoni Implementasi Rencana Tahap Kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Rabu (8/6/2022).

2. Luas Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang 1.000 Ha

Tahap kedua industri baterai listrik di KIT Batang memiliki luas 1.000 hektare (ha). Lahan milik LG sendiri 275 ha atau 30% dari keseluruhan lahan.

Menurut Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, sekitar 450 ha sudah laku terjual. Ia menargetkan minimal 50% dari total 4.300 di Batang akan terisi penuh pada 2023.

3. Investasi Hulu ke Hilir Pertama di Dunia

Jokowi menyebut investasi bersama LG merupakan investasi dari hulu ke hilir pertama di dunia. Dari keterangannya, nikel sebagai baku utama baterai listrik ditambang di Halmahera, Maluku.

Sementara itu, lokasi Industri, pemurnian, dan produksi katoda ada di KIT Batang. Hal inilah yang disebut Jokowi sebagai hilirisasi, yaitu tersebar di wilayah Indonesia.

4. Nilai Investasi Rp 142 T

Nilai investasi LG untuk proyek di KIT Batang mencapai US$ 9,8 miliar atau Rp 142 triliun. Menurut President LG Energy Solution Lee Bang Soo, proyek grand package ini merupakan proyek skala besar di Asia Tenggara.

investasi ini mendukung produksi baterai kendaraan listrik 3,5 juta unit dan 200 gigawatt per tahun. Bahlil mengatakan dampak ekonomi tiap tahunnya mencapai US$ 5,6 miliar atau Rp 80,6 triliun.

5. Perusahaan AS Nyusul Investasi di Batang

Bahlil Lahadalia menyatakan Amerika Serikat (AS) bakal berinvestasi di KIT Batang. Prosesnya akan dimulai pada tahap ketiga industri baterai listrik terintegrasi KIT Batang.

"Dan yang ketiga Insya Allah, kalau memang dari Amerika ini positif masuk, tempatnya juga Insya Allah di sini (Batang)," kata Bahlil. Bahlil menyebut di tahap kedua ini sudah ada LG dan Foxconn yang berinvestasi.

(ara/ara)