ADVERTISEMENT

Harga Rokok Dinilai Masih Murah, Seharusnya Bagaimana?

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 02 Jul 2022 14:05 WIB
Ilustrasi rokok
Ilustrasi/Foto: Dok. REUTERS/Christian Hartmann/Illustration
Jakarta -

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai struktur tarif cukai rokok yang terdiri dari beberapa lapisan masih kompleks. Hal ini disebut membuat harga rokok masih terjangkau.

Sekretaris Pengurus Harian YLKI Agus Suyatno mengatakan ada celah pada lapisan tarif cukai rokok.

"Di antara layer-layer itu, ada perbedaan tarif cukai dan perbedaan batas-batas produksi yang bisa diakali oleh industri," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/7/2022).

Menurutnya, perusahaan dapat turun kelas atau turun golongan dengan memproduksi rokok dengan jumlah produksi yang masuk pada strata yang lebih rendah tarif cukainya.

"Gap antara golongan 1 dan golongan 2 juga sangat tinggi sehingga industri dapat mengakali dengan turun kelas produksinya. Jadi yang produksi kelas 1 bisa turun ke kelas 2. Tarif cukai antara Golongan 1 dan 2 juga berbeda signifikan dan tentunya negara juga sebetulnya tidak diuntungkan," katanya.

Dia menilai fenomena penurunan golongan ini membuat perokok beralih ke rokok yang lebih murah.

"Pengaturan batasan produksi ini longgar. Peraturannya masih memberi kesempatan pada industri untuk bisa turun ke golongan 2 dengan melakukan pembatasan produksi." ujarnya.

Agus khawatir jika pengaturan batasan produksi saat ini masih dipertahankan, konsumen akan makin terdorong memilih rokok murah yang cukainya lebih rendah. Penurunan prevalensi perokok anak dan pengendalian konsumsi tembakau sesuai RPJMN 2020-2024 akan sulit tercapai.

YLKI mengapresiasi langkah pemerintah dalam terus memperbaiki efektivitas struktur cukai, termasuk lewat simplifikasi layer cukai dari 10 menjadi 8 layer di tahun ini.

"Cara-cara menghentikan downtrading dapat dilakukan, tetapi kami mendorong pemerintah untuk menyederhanakan layer tarif cukai," katanya.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT