ADVERTISEMENT

Bahlil Buka-bukaan Alotnya Lobi Investasi Foxconn yang Butuh Waktu 25 Tahun

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 08 Jul 2022 06:42 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers terkait pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP), Hak Guna Usaha (HGU), dan Hak Guna Bangunan (HGB) terhadap sejumlah perusahaan di Kantor BKPM, Jakarta, Jumat (7/1/2022). Pemerintah pada Senin (10/1/2022) akan mencabut 2.078 izin usaha tambang batu bara yang sudah diberikan kepada para pengusaha karena para pelaku usaha tersebut tidak pernah memanfaatkan IUP serta tidak pernah menyampaikan rencana kerja kepada pemerintah pemerintah. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia/Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Upaya pemerintah untuk menarik Hon Hai Precision Industry Co Ltd (Foxconn) investasi di Indonesia bukan perkara mudah. Butuh waktu 25 tahun agar perusahaan tersebut mau menanamkan modalnya di Tanah Air.

Foxconn berencana berinvestasi US$ 8 miliar atau Rp 120 triliun (kurs Rp 15.000). Investasi tersebut untuk mobil listrik, motor listrik, baterai, hingga ibu kota negara (IKN).

"Jadi gini menyangkut Foxconn, Foxconn itu kan kita prosesnya panjang negosiasi dan pemerintah sebelumnya pun sudah membujuk Foxconn masuk. 25 tahun yang lalu sudah dilakukan. Ini perjuangannya sudah dilakukan puluhan tahun yang lalu. Pada saat proses itu, Pak Ikmal, Pak Sesmen saya waktu itu masih deputi promosi melakukan negosiasi panjang dengan Foxconn akhirnya di Januari tanda tangan MoU," jelas Menteri Investasi Bahlil Lahadalia saat berbincang dengan media di Solo, Rabu malam (6/7/2022).

Bahkan, Bahlil mengatakan, dirinya langsung ke Taiwan saat COVID-19 melanda. "Tahu nggak saya ke Taiwan? Waktu COVID, rapatnya cuma di hotel nggak boleh ke mana-mana. Saya ke sana, ketemu sama timnya," ujarnya

Bahlil kemudian bercerita, ia pernah dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat satu tahun menjabat untuk menarik Foxconn investasi ke Indonesia. Kemudian, ia membentuk tim guna mengidentifikasi penyebab Foxconn enggan masuk.

Dari situ, ia menemukan permasalahan di mana Foxconn meminta tax holiday di atas 20 tahun, fasilitas lahan 200-300 ha dekat bandara, dan insentif lain termasuk perizinan yang cepat.

"Dari permintaan mereka itu semua hampir semua saya penuhi selama sesuai aturan perundangan-undangan. Kalau aturan perundangan-undangan kita yang tidak tahu substansi, katakanlah permen, kepmen atau kepres yang menghambat, perintah bapak presiden lakukan penyesuaian dalam rangka kepastian investasi," jelasnya.

Bahlil mengatakan, investasi tersebut ditargetkan terealisasi pada kuartal III atau paling lambat kuartal IV tahun ini.

"Pertanyaan berikutnya kapan dimulai? Kita rencanakan di kuartal III atau paling lambat kuartal IV di tahun ini. Kemarin kami sudah rapat teknis sampai malam-malam dengan tim Foxconn, doakan saja semoga Insya Allah ini terjadi," katanya.

(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT