ADVERTISEMENT

Disrupsi Global Industri Pupuk di Depan Mata, Bagaimana Strategi BUMN?

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 14 Jul 2022 16:21 WIB
Pupuk Indonesia
Foto: Dok. Pupuk Indonesia
Jakarta -

PT Pupuk Indonesia (Persero) terus melakukan inovasi dan transformasi untuk meningkatkan daya saing dan menjadi perusahaan berkelas dunia. Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan, tantangan paling besar yang akan dihadapi perseroan dalam waktu dekat adalah disrupsi.

Menurut Bakir, kondisi dunia saat ini sedang dihadapkan beberapa ketidakpastian yang berdampak pada perekonomian dunia. Salah satunya permasalahan krisis dunia yang akan selalu menghadirkan teknologi dan tantangan baru.

Misalnya, sistem penanganan pangan baru, nano fertilizer dan biofertilizer yang dapat menjadi disrupsi produk Pupuk Indonesia. Dalam menghadapi situasi ini, Bakir menilai perlu melakukan inovasi yang dapat membantu meminimalisir risiko disrupsi.

Inovasi tersebut dikembangkan guna memberikan nilai pada Pupuk Indonesia Grup yang tentunya perlu dibantu oleh pihak lain sehingga lebih terbuka dan dapat memberikan keuntungan yang lebih kepada perusahaan. Bakir juga mengatakan, diperlukan pemikiran secara holistik ke luar dan tidak terpaku di dalam kotak pandora.

"Inovasi yang dilakukan ini jangan terkungkung, sehingga apa yang dihasilkan dapat menjadi suatu program atau produk yang out of the box berdasarkan informasi holistik yang didapatkan dari semua pihak," kata Bakir dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (14/7/2022).

Lebih lanjut Bakir menyebutkan bahwa jajaran direksi dan dewan komisaris Pupuk Indonesia berkomitmen terus membudayakan dan mendukung program-program inovasi dalam seluruh kegiatan Pupuk Indonesia.

Salah satu kegiatan yang telah sukses diadakan oleh Pupuk Indonesia adalah Konvensi Inovasi Pupuk Indonesia "Pupuk Indonesia Innovation Award (PIIA) 2022". Kegiatan PIIA yang diadakan telah terjadi peningkatan partisipasi inovasi yang sangat signifikan yaitu sebesar 130 gugus inovasi dari tahun sebelumnya yang hanya 33 gugus saja.

Selain itu, pada tahun ini Pupuk Indonesia juga mulai melibatkan partisipasi pihak terkait dalam Konvensi Internal PI, baik customer, mitra, Tenaga Kerja Non Organik (TKNO), dan seluruh anak perusahaan di lingkungan Pupuk Indonesia Group. Dalam meningkatkan minat inovasi di lingkungan Pupuk Indonesia, inovasi wajib menjadi bagian KPI hingga level unit kerja.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT