Target Serapan Garam Petani Lokal RI Masih Jauh Panggang dari Api

ADVERTISEMENT

Target Serapan Garam Petani Lokal RI Masih Jauh Panggang dari Api

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 05 Agu 2022 13:59 WIB
petani garam pantura. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Foto: dikhy sasra
Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan jika kebutuhan garam di sektor Industri tahun 2022 mencapai 3,7 juta ton. Dari jumlah tersebut, Indonesia menargetkan 1.050.000 ton di antaranya dapat diserap dari petani lokal.

Namun dari jumlah tersebut target yang sudah terealisasi baru mencapai 27%. Meski demikian Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku optimistis jika kebutuhan impor garam industri akan lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

"Target 2022, 1.050.000 ton garam (berasal dari lokal), dan sampai hari ini realisasinya baru 27%," katanya kepada pelaku industri garam dan petani garam di gedung Kemenperin, Jumat (8/5/2022).

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) Tony Tanduk menyebut jika rata-rata total impor garam Indonesia mencapai US$ 110 juta. Adapun harga garam yang diimpor berkisar antara US$ 30 per ton.

"Kita impor (garam) kan rata-rata 3,5 juta, kalikan saja dengan harga US$ 30 per ton. Jumlahnya sekitar US$ 110 juta-120 juta," katanya menjelaskan.

Plt Dirjen Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Ignatius Warsito mengatakan, cuaca menjadi salah satu kendala yang membuat target serapan garam lokal masih 27%. Namun, ia optimistis target 1.050.000 ton dapat terpenuhi mengingat bulan Agustus merupakan masa panen petani garam.

"Sehingga diharapkan bulan Agustus ada panen besar pada petani garam. Sehingga angka itu angka yang optimis dan masih bisa sampaikan pada saat ini kita tetap terus memonitor dari pada pencapaian di 1.050," imbuhnya.

Berdasarkan data Kemenperin, kebutuhan garam di sektor chlor alkali plant (CAP) masih ditopang dari sumber impor dengan jumlah mencapai 2.443.500 ton. Garam untuk kebutuhan farmasi dan kosmetik juga masih diimpor dengan total 5.146 ton. Indonesia pun masih mengimpor garam untuk aneka pangan sebesar 466.000 ton.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT