ADVERTISEMENT

Harga CPO Anjlok 9,58% Dalam Sepekan

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Minggu, 07 Agu 2022 13:00 WIB
Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Harga jual Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit tingkat petani sejak dua pekan terakhir mengalami penurunan dari Rp2.850 per kilogram menjadi Rp1.800 sampai Rp1.550 per kilogram, penurunan tersebut pascakebijakan pemeritah terkait larangan ekspor minyak mentah atau crude palm oil (CPO). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS
Jakarta -

Harga komoditas minyak sawit mentah atau cruide palm oil (CPO) anjlok, seiring dengan melemahnya harga minyak dunia. Salah satu penyebabnya ialah kebijakan RI untuk kembali mendorong ekspor minyak sawit.

Dilansir dari riset CNBC Indonesia, Minggu (07/08/2022), pada Jumat lalu, harga CPO ditutup naik 1,49% ke RM 3.878 per ton dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara itu, mengutip data Refinitiv, harga CPO di bursa derivatif Malaysia kembali terkoreksi 9,58% dalam sepekan. Hal ini terjadi karena adanya prediksi tingginya suplai CPO Malaysia pada akhir Juli, didorong oleh harga minyak nabati saingannya di pasaran.

Lebih lanjut, jajak pendapat Reuters memprediksikan persediaan CPO Malaysia pada akhir Juli melonjak 8,3% menjadi 1,79 juta ton, tertinggi dalam delapan bulan. Hal ini disebabkan adanya peningkatan produksi CPO sebesar 2% menjadi 1,58 juta ton.

Sedikit banyak hal ini dipengaruhi oleh kebijakan RI yang kembali membuka keran ekspor, dilanjutkan dengan kebijakan penghapusan pungutan ekspor (PE) sebesar US$ 200 menjadi US$ 0.

Analis CGS-CIMB Research Ivy Ng mengatakan, kebijakan pemerintah Indonesia dengan memangkas pajak ekspor yang jauh lebih rendah kemungkinan akan meningkatkan ekspor CPO-nya pada Agustus karena pembeli mengambil keuntungan, yang pada gilirannya dapat merugikan permintaan minyak sawit Malaysia.

Analisa ini didukung oleh pernyataan Pendiri Palm Oil Analytics Singapura Sathia Varqa.

"Harga tunai yang lebih rendah, diskon kelapa sawit yang lebih besar ke minyak kacang saingan terdekatnya dan pengurangan pajak ekspor akan menawarkan peningkatan peluang ekspor kelapa sawit Indonesia, memicu persaingan ke Malaysia," kata Varqa.

Di sisi lain, Varqa mengatakan, harga CPO diprediksi akan diperdagangkan sekitar RM 3.800-4.200/ton pada Agustus dan September 2022.

Bagaimana riset lengkapnya? Baca di sini

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT