ADVERTISEMENT

Ford PHK Ribuan Karyawan, Alasannya Gegara Bikin Kendaraan Listrik

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 23 Agu 2022 09:14 WIB
Ford GT dipamerkan di Geneva Motor Show 2015
Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta -

Pabrikan otomotif Amerika Serikat (AS) baru saja melakukan PHK massal pada stafnya. Peralihan produksi kendaraan bensin menjadi kendaraan listrik jadi alasan utamanya.

Setidaknya ada 3.000 orang yang terkena PHK, 1.000 orang di antaranya adalah pekerja kontraktor. Karyawan yang terkena dampak akan diberikan pesan secara personal bahwa mereka kehilangan pekerjaan akhir pekan ini.

"Membangun masa depan ini membutuhkan perubahan dan pembentukan kembali hampir semua aspek cara kami beroperasi selama lebih dari satu abad," ungkap CEO Jim Farley dan ketua eksekutif Bill Ford dalam sebuah pesan kepada karyawan Ford, dilansir dari CNN, Selasa (23/8/2022).

Ford sendiri menargetkan bisa menghasilkan setengah dari penjualan globalnya dalam bentuk kendaraan listrik sepenuhnya pada tahun 2030.

Sebelumnya, ketika membahas pendapatan kuartal kedua dengan analis sebulan lalu, Farley sendiri memang telah mengkonfirmasi kabar PHK. Katanya, Ford butuh karyawan yang lebih tepat untuk menangani produk kendaraan listrik.

"Kami benar-benar memiliki terlalu banyak orang di tempat-tempat tertentu, tidak diragukan lagi. Kami memiliki keterampilan yang tidak berfungsi lagi. Kami memiliki pekerjaan yang perlu diubah," sebut Farley kala itu.

Pemotongan jumlah karyawan, menurutnya tidak hanya upaya tradisional untuk mengurangi biaya, tetapi untuk membentuk fokus baru bagi perusahaan.

"Kami sedang membentuk kembali perusahaan kami. Di bisnis mobil bensin kami, kami ingin menyederhanakannya. Kami ingin memastikan keterampilan yang kami miliki dan pekerjaan yang kami miliki seramping mungkin," jelas Farley.

Meskipun mengurangi pekerja, pabrik perakitan Ford tidak akan buru-buru ditutup sebagai bagian dari peralihan ke EV. Faktanya, Ford sedang membangun pabrik EV dan baterai baru.

Di samping itu, nyatanya Ford tidak sendirian dalam melakukan PHK massal. Tesla juga telah mengumumkan rencana untuk memotong sekitar 10% dari staf yang digaji. CEO Elon Musk mengatakan pemotongan itu sangat diperlukan saat ini.

"Kami tumbuh sangat cepat di sisi gaji dan kami tumbuh sedikit terlalu cepat di beberapa area, sehingga membutuhkan pengurangan tenaga kerja yang digaji," kata Elon Musk.

Di sisi lain, General Motors (GM) mengatakan tidak akan ada skenario PHK yang akan dilakukan pihaknya. Meskipun, saat ini perusahaan sedang mempersiapkan kemungkinan resesi terhadap dampak operasi.

"Kami tidak menjalankan skenario apa pun saat ini di mana kami mempertimbangkan PHK," kata CFO GM Paul Jacobson.



Simak Video "Pabrikan Dilarang Produksi Mobil Bensin pada 2035, Setuju?"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT