ADVERTISEMENT

Begini Siasat BUMN Semen Hadapi Seretnya Pasokan Kantong dari Rusia

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 13 Sep 2022 18:30 WIB
Kapasitas produksi semen di dalam negeri terus meningkat. Bahkan dua tahun terakhir, Indonesia kelebihan pasokan semen.
Foto: Pradita Utama: BUMN semen siasati kondisi mandeknya pasokan kantong dari Rusia
Jakarta -

Perang Rusia dan Ukraina berdampak luas. Industri semen Tanah Air juga tak luput dari imbas perang tersebut karena kabarnya mengandalkan kantong dari Rusia.

Masalah kantong semen ini menjadi sorotan Anggota Komisi XI Fraksi Golkar Puteri Komarudin dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Selasa (13/9/2022).

"Kita menyadari PT SI (Semen Indonesia) masih impor kertas kraft untuk kemasan semen yang setiap tahunnya mencapai Rp 960 miliar, dan masih berasal dari Rusia. Kita tahu ini pasti akan sangat berdampak supply chain PT SI dan Indonesia sendiri belum memiliki pembuatan kertas kraft jadi kita masih sangat bergantung pada impor," katanya.

Menurutnya, konflik membuat pasokan kertas tersebut berkurang. Ia pun mempertanyakan langkah perusahaan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Merespons hal tersebut, Direktur Supply Chain Semen Indonesia, Adi Munandir mengatakan, untuk mengatasi persoalan itu pihaknya melakukan diversifikasi kantong.

"Terkait dengan kantong, tadi sempet ada komentar mengenai kersediaan kantong kraft dari Rusia yang terbatas kami dari Semen Indonesia hari ini memiliki strategi untuk melakukan diversifikasi jenis bahan kantong," jelasnya.

Dia mengatakan, untuk produk utama menggunakan kertas kraft. Sementara, untuk yang lainnya menggunakan jenis material lain.

"Kita lakukan diversifikasi untuk brand tertentu, untuk main brand kita menggunakan kraft sedangkan untuk brand lain kita menggunakan jenis material yang lain. Dengan hal ini kita bisa menjaga keberlangsungan dari produksi dengan menggunakan berbagai macam kantong," jelasnya.

(acd/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT