Ini Sederet Senjata Penghancur Buatan BUMN!

ADVERTISEMENT

Ini Sederet Senjata Penghancur Buatan BUMN!

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Jumat, 04 Nov 2022 06:30 WIB
Drone Kamikaze Buatan BUMN RI
Drone Kamikaze/Foto: Shafira Cendra Arini/detikcom
Jakarta -

Beberapa perusahaan plat merah tengah menggenjot perkembangan industri Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) buatan lokal. Beberapa di antaranya dipamerkan pada acara Indo Defence 2022 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Produk militer yang dipamerkan pun beragam. Mulai dari senjata api, tank, hingga pesawat tanpa awak yang mampu meledak sendiri. Berikut beberapa senjata besutan BUMN yang ditemui detikcom.

1. Drone Kamikaze atau 'bunuh diri'

Drone kamikaze atau 'bunuh diri' merupakan Loitering Munition (LM), yakni pesawat tanpa awak untuk melakukan misi self destroyer dengan sistem loiter (berkeliling) di area sasaran untuk mencari target sebelum menyerang. Senjata ini biasanya digunakan untuk menyerang target-target yang memerlukan respons cepat ketika terdeteksi. Drone pun akan meledak dengan sendirinya.

Sejak 2021, ada dua BUMN yang telah mengembangkan produk militer ini. Yang pertama ialah Minibe, drone tanpa awak buatan PT Pindad (Persero). Senior Officer Pengembangan Produk dan Proses Munisi PT Pindad, Saraswaty mengatakan pihaknya telah melakukan uji terbang dan saat ini tengah melakukan optimasi.

"Dia bisa terbang sendiri, bisa diangkut oleh ini (drone misil), bisa juga swarming. Swarming itu jadi dia kayak lebah gitu konsepnya, jadi ada beberapa untuk dia menghancurkan satu area," kata Saraswati saat ditemui detikcom di Indo Defence 2022, Kamis (03/11/2022).

Drone ini hasil kerja sama dari PT Pindad dan salah satu startup lokal Bandung yaitu BETA yang diproduksi di Bandung. Saraswati mengatakan, Minibe memiliki jarak terbang hingga 25 km dan waktu terbang mencapai 15 menit. Sementara untuk kecepatannya, drone ini mampu menempuh 250 km/jam.

"Di sini berat misilnya 0,8 kg. Untuk daya ledak tergantung bahan peledak yang di bawa. Kekuatan ledak itu selain dari beratnya juga bergantung dari jenisnya. Kalau yang biasa dipakai Pindad itu TNT atau RDX atau campurannya. Itu mereka explosive energinya beda-beda," jelasnya.

Produk kedua datang dari PT Dahana (Persero) yaitu Rajata. Senior Officer PT Dahana, Andi menjelaskan, Rajata menggunakan propeller. Setelah diluncurkan ke atas, propeller inilah yang akan mengarahkannya ke sasaran.

"Jadi kalau ini set ke sasarannya itu lewat GPS. Jadi sebelum diluncurin, diset dulu targetnya, dan range-nya ini kurang lebih 30 km, kecepatan maksimal 200 km/jam," kata Andi.

Dalam pengembangannya, PT Dahana bekerja sama dengan perusahaan lokal yaitu PT Aero Terra. Sama seperti Minibe, Rajata juga diproduksi di Bandung. Rajata merupakan teknologi baru dan pertama di Asia Tenggara yang dapat dibekali warhead asap maupun warhead live (bahan peledak).

Targetnya ialah sasaran tidak bergerak, di mana target dapat dikunci dari jarak jauh. Teknologinya juga memungkinkan personel yang menggunakan Rajata dapat menghancurkan target tanpa diketahui musuh.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "Polisi Bekuk 2 Pemuda Bersenjata Tajam di Makassar"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT