Inalum Cetak Laba Rp 2,4 T di 2025

Inalum Cetak Laba Rp 2,4 T di 2025

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 31 Mar 2026 14:01 WIB
Logo dan Illustrasi INALUM, Indonesia Asahan Alumunium
Inalum/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) membukukan pertumbuhan laba bersih sepanjang 2025. Pertumbuhan kinerja keuangan sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasional perseroan pada periode yang sama.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita menjelaskan laba bersih perusahaan tercatat sebesar US$ 142,8 juta atau sekitar Rp 2,42 triliun (kurs Rp 17.002) sepanjang 2025. Angka tersebut naik sekitar 15% dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebesar US$ 123,7 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun.

Kemudian EBITDA perseroan tercatat mencapai US$ 208,8 juta sepanjang tahun 2025. Angka tersebut meningkat sekitar 60% dari US$ 130,2 juta pada 2024 dan US$ 58,9 juta pada 2023.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk net income sendiri alhamdulillah dibandingkan di 2023, net income kita hanya US$ 57 juta, di 2024 itu naik ke US$ 123,7 juta. Kemudian di 2025 alhamdulillah kita bisa naik 15% menjadi US$ 142,8 juta," kata Melati dalam rapat bersama Komisi VI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (31/3/2026).

ADVERTISEMENT

Dari sisi pendapatan, Inalum membukukan revenue sebesar US$ 785,7 juta atau sekitar Rp 13,36 triliun pada 2025. Angka tersebut naik sekitar 10% dibandingkan 2024 sebesar US$ 716,9 juta atau sekitar Rp 12,19 triliun.

Melati tak menampik adanya peningkatan total biaya perusahaan yang naik menjadi US$ 616,1 juta pada 2025 dari US$ 575,4 juta di tahun sebelumnya.

"Peningkatan revenue ini juga meningkatkan total cost kita, jadi cost kita di 2024 itu naik di 8% dibandingkan 2023. Kemudian di 2025 naik 7%, ini karena adanya peningkatan penambahan produksi," jelasnya.

Sejalan dengan itu, sejumlah rasio profitabilitas Inalum juga mengalami perbaikan. Net profit margin meningkat menjadi 18,2% pada 2025 dari 17,3% pada 2024 dan 10,5% pada 2023. Sementara return on assets (ROA) naik menjadi 6,0%, serta return on equity (ROE) meningkat menjadi 7,0% pada 2025.

Sementara untuk kinerja produksi, Inalum mencatat pertumbuhan sebesar 2% sepanjang 2025 menjadi 280,082 ton aluminium. Kemudian untuk penjualan naik tipis sebesar 1% menjadi sebesar 280.141 ton aluminium.

"Di tahun 2025 sendiri kami berhasil naik 2% di atas kapasitas terpasang di 280 ton. Ini merupakan pencapaian tertinggi Inalum dalam 50 tahun Inalum berkarya di Indonesia," pungkasnya.

Lihat juga Video 'Spotify Cetak Laba Bersih Rp 4,4 T di Kuartal II 2024':

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads