×
Ad

Honda Merugi Untuk Pertama Kalinya Dalam 70 Tahun

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 15 Mei 2026 11:25 WIB
Foto: Doc. Newsbytes
Jakarta -

Honda mencatat kerugian tahunan untuk pertama kalinya sejak melantai di bursa pada 1957 atau hampir 70 tahun lalu. Kondisi ini terjadi setelah perusahaan menanggung beban besar akibat strategi kendaraan listrik (EV) yang kini mulai ditarik mundur.

Mengutip CNN, Jumat (15/5/2026), perusahaan otomotif asal Jepang itu membukukan rugi operasional sebesar 414,3 miliar yen atau US$ 2,6 miliar alias sekitar Rp 46 triliun pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Padahal setahun sebelumnya, Honda masih mencatat laba hingga 1,2 triliun yen.

Kerugian besar ini dipicu biaya restrukturisasi bisnis mobil listrik yang nilainya mencapai lebih dari US$ 9 miliar. Permintaan akan kendaraan listrik juga tidak sekuat yang diperkirakan perusahaan. Honda mengakui total kerugian terkait EV bisa mencapai 2,5 triliun yen dalam dua tahun.

Perubahan kebijakan Amerika Serikat (AS) juga menjadi faktor yang menambah kerugiannya, termasuk penghapusan insentif pajak bagi konsumen AS yang membeli kendaraan listrik, dan pemberlakuan tarif.

Imbas tekanan tersebut, Honda memutuskan membatalkan sejumlah target ambisius kendaraan listriknya.

CEO Honda, Toshihiro Mibe, mengatakan perusahaan mencabut target agar EV menyumbang 20% penjualan mobil baru pada 2030, sekaligus membatalkan rencana seluruh penjualan mobil Honda menjadi EV atau fuel-cell pada 2040.

Honda juga menghentikan sementara proyek besar senilai US$ 11 miliar di Kanada yang sebelumnya dirancang untuk memproduksi mobil listrik dan baterai. Selain itu, beberapa model EV yang direncanakan untuk pasar Amerika Utara ikut dibatalkan.

Mibe mengakui kondisi bisnis otomotif Honda sedang berada dalam tekanan besar. "Kami di manajemen menanggapi kerugian ini dengan sangat serius. Kami harus menghentikan kerugian ini dengan secepat mungkin" katanya.

"Ini adalah tonggak suram bagi Honda, tetapi bukan hal yang mengejutkan," kata Danni Hewson, kepala analisis keuangan di AJ Bell, mengutip dari BBC.

Meski bisnis mobil terpukul, Honda masih ditopang penjualan sepeda motor yang kuat, terutama di India dan Brasil. Honda bahkan menargetkan penjualan motor mencapai rekor baru 22,8 juta unit tahun ini.

Ke depan, Honda akan mengalihkan fokus ke mobil hybrid sambil tetap melanjutkan pengembangan teknologi EV secara lebih fleksibel. Perusahaan optimistis bisa kembali mencetak laba pada tahun fiskal berikutnya lewat efisiensi biaya dan kekuatan bisnis motor.




(eds/hal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork