×
Ad

RI-Vietnam Saingan Gaet Relokasi Pabrik, Menperin Ingatkan Hal Ini

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2026 14:00 WIB
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita buka-bukaan soal adanya tren perusahaan global yang sedang mengatur ulang bisnis dengan cara merelokasi pabriknya. Hal ini terjadi karena terpecahnya perdagangan internasional, disrupsi rantai pasok, hingga dinamika geopolitik.

Bagi sebagian negara, kondisi ini menimbulkan resiko. Namun kata Agus, kondisi saat ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk menjadi salah satu basis produksi manufaktur di dunia.

Namun dia mengingatkan peluang tersebut tidak akan datang selamanya dan dengan sendirinya. Menurutnya, perusahaan global yang saat ini tengah memindahkan basis produksinya tidak hanya melihat Indonesia sebagai tujuan investasi. Dalam hal ini, perusahaan global tersebut juga tengah melihat Vietnam, Thailand, Malaysia, dan India, sebagai suatu tujuan untuk merelokasi pabriknya.

"Perusahaan yang hari ini sedang memindahkan produksinya dari satu negara ke negara lain tidak sedang menunggu Indonesia. Mereka yang tadi saya sampaikan sedang membandingkan kita Indonesia dengan Vietnam, sebut saja dengan Thailand, sebut saja dengan Malaysia, sebut saja dengan India, sebut saja dengan Meksiko," ujar Agus Gumiwang dalam Business Forum dan Rakernas XXV HKI di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Karena itu, Agus menegaskan momentum relokasi pabrik perusahaan global ini harus dimanfaatkan secepat mungkin. Jika Indonesia tidak mampu meningkatkan daya saing dan memberikan kepastian investasi, peluang tersebut berpotensi direbut negara pesaing.

"Tadi saya sampaikan, yang pertama misalnya saya, jendela ini akan tertutup, dia tidak akan terbuka selama-lamanya. Dan dia akan lebih cepat tertutup bagi negara-negara yang belum siap," ujar Agus.

Dalam konteks kawasan industri, Agus Gumiwang mengatakan, kini yang dijual di kawasan industri bukan hanya soal lahan, melainkan soal waktu. Artinya seberapa cepat komitmen investasi dapat direalisasikan menjadi kegiatan produksi.

"Yang mereka beli bukan lagi berapa lahan meter perseginya, yang mereka beli adalah waktu. Waktu artinya dalam berapa cepat sebuah komitmen investasi gampang berubah menjadi produksi," beber Agus Gumiwang.

"Dan waktu berarti seberapa kecil ketidakpastian yang mereka harus tanggung sepanjang perjalanan tersebut. Di situlah terletak nilai tambah sesungguhnya bagi kita, bagi kawasan-kawasan industri," ujarnya menutup.




(hrp/hal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork