Jokowi Genjot Tol Trans Sumatera, Target 820 Km Kelar di 2019

Jokowi Genjot Tol Trans Sumatera, Target 820 Km Kelar di 2019

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Sabtu, 14 Okt 2017 12:56 WIB
Jokowi Genjot Tol Trans Sumatera, Target 820 Km Kelar di 2019
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Hingga tahun 2019 mendatang, pemerintah menargetkan setidaknya bakal ada 820 km Tol Trans Sumatera yang rampung pengerjaannya. Panjang jalan tersebut terdiri dari 9 ruas yang menjadi prioritas dikerjakan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri berjanji menggenjot pembangunan tol-tol di Sumatera itu agar bisa selesai pada 2019 mendatang sesuai dengan target.

Berdasarkan data monitoring bulan Oktober 2017 Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang diterima detikFinance, seperti dikutip Sabtu (14/10/2017), sampai saat ini sudah ada 6 ruas yang sudah mulai konstruksi. Di antaranya adalah Bakauheni-Terbanggi Besar 155 km, Kayu Agung-Palembang-Betung 112 km, Palembang-Indralaya 24,5 km, Pekanbaru-Kandis-Dumai 135 km, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi 62 km dan Medan-Binjai 17 km.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ruas yang paling maju konstruksinya adalah Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Dari total panjang 62 km, konstruksi secara keseluruhan sudah mencapai 80,04% dengan pengadaan lahan sebesar 85,05%.

Ruas lainnya adalah Bakauheni-Terbanggi Besar. Dari 155 km yang dikerjakan, saat ini progres konstruksi sudah 46,5% dengan pengadaan lahan mencapai 91,08%.

Sementara ruas yang paling kecil progresnya adalah Tol Pekanbaru-Kandis-Dumai yang baru saja dilakukan groundbreaking. Sampai saat ini konstruksi baru 0,76% dengan pengadaan lahan sebesar 36%.

Berikut adalah progres 6 ruas tol Trans Sumatera prioritas yang sudah mulai konstruksi:
1. Bakauheni-Terbanggi Besar, konstruksi 46,5%, lahan 91,08%.
2. Kayu Agung-Palembang-Betung, konstruksi 11%, lahan 95%.
3. Palembang-Indralaya, konstruksi 68%, lahan 97%.
4. Pekanbaru-Kandis-Dumai, konstruksi 0,76%, lahan 36%.
5. Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, konstruksi 80,04%, lahan 85,05%.
6. Medan-Binjai, konstruksi 83,05%, lahan 92,74%. (eds/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads