Follow detikFinance
Rabu 15 Nov 2017, 12:15 WIB

Korsel, Jepang, Hingga Eropa, Minat Garap Bandara Kualanamu

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Korsel, Jepang, Hingga Eropa, Minat Garap Bandara Kualanamu Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) (AP II) menawarkan kerja sama dengan investor untuk pengembangan Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatra Utara. Saat ini, skema kerja sama tengah dikaji lebih lanjut oleh tim pengembangan bisnis AP II.

Sebelumnya, pada ajang The 4th Asia-Europe Meeting Transport–Transport Minister Meeting (ASEM – TMM) di Bali pada 26-28 September, AP II menawarkan dua paket investasi pengembangan Bandara Internasional Kualanamu, Sumatra Utara, senilai Rp 11 triliun.

"Pola kerja samanya masih dikaji rencananya mau kaya gimana. Intinya kita enggak ada rencana jual bandara," ujar VP of Corporate Communication Angkasa Pura II, Yado Yarismano saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Penawaran paket kerja sama yang ditawarkan pada ASEM-TMM di Bali September lalu pun detailnya masih dihitung ulang. Adapun kerja sama yang ditawarkan adalah kerja sama untuk pengembangan Bandara Kualanamu.


Menurut Yado ada beberapa investor asing yang berminat melakukan kerja sama dengan AP II, antara lain Jepang, Korea Selatan, hingga Eropa.

"Sudah ada pas ASEM-TMM kemarin Jepang, Korea, Eropa juga. Kebutuhannya ya Rp 11 triliun tadi," ujar Yado.

Rencananya pengembangan Bandara Kualanamu meliputi pengembangan runway sehingga dapat melayani penerbangan pesawat berbadan lebar Airbus 380-800, lalu perluasan area kargo menjadi 24.715 m2 dari saat ini 13.450 m2.

kemudian terminal penumpang menjadi 224.256 m2 atau saat ini berkapasitas 9 juta penumpang per tahun menjadi 17 juta penumpang per tahun.

Selain itu, ditawarkan juga investasi pengelolaan lahan sekitar Bandara Kualanamu untuk area komersial. Nantinya, di area Bandara Kualanamu akan dibangun hotel berbintang, supermarket, gedung perkantoran, theme park, golf course, food arcade, convention centre, rumah sakit, bioskop, dan lain sebagainya.

Penawaran kerja sama ini diharapkan bisa direalisasikan mulai tahun depan. "Mungkin 2018 paling cepat," kata Yado. (ara/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed