Lurah Cinangka, Anis Fatoni yang mengatakan hal tersebut hal tersebut diperlukan lantaran belum ada informasi resmi yang diterima pihaknya.
"Sekarang harus detail orang laporan itu 'pak ini ngukur apa' ditanya," katanya ketika berbincang dengan detikFinance di kantornya, Senin (22/1/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara ini, kelurahan tidak bisa berbuat apa-apa karena belum menerima laporan dari warga. Hanya saja dirinya mengaku sempat mendengar kabar soal pengukuran yang diperkirakan warga untuk lahan tol.
"Aduan langsung dari warga enggak ada tapi memang ada cerita," ujarnya.
Untuk itu, dirinya menyarankan kepada warga apabila menemukan hal seperti itu lagi, untuk memastikan betul apa motifnya. Setelah itu bisa diadukan ke kelurahan setempat.
"Kita tahu enggak (itu pengukuran untuk apa?). Harusnya warga nanya 'pak ini ngukur buat apa pak?' (misalnya benar untuk) tol, nah jelas kan buat tol, nah lapor ke kita (pihak kelurahan)," lanjutnya.
Hal itu bertujuan untuk tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Sebelumnya salah satu warga di Kompleks Wismamas Pondok Cabe, Rohman mengatakan kalau 2 minggu lalu memang ada pengukuran yang dilakukan sejumlah petugas proyek tol Cinere-Serpong.
"Kurang lebih ada 2 Minggu lalu di depan jalan (pengukurannya)," kata dia ketika berbincang dengan detikFinance di rumahnya.
Menurut pernyataannya, pengukuran tersebut dilakukan oleh sekitar 2 petugas, pada siang hari. Hal itu dikatakannya cukup meresahkan warga. (dna/dna)











































