Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 17 Feb 2018 16:00 WIB

Dibangun Sejak 2015, Fisik Proyek LRT Jabodebek Kini Sudah 34%

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) yang telah dimulai sejak September 2015 terus menunjukkan kemajuan. Saat ini, salah satu progres pembangunan untuk koridor yang paling akhir pembangunanya, yakni Cawang-Dukuh Atas sudah masuk dalam tahap konstruksi struktur.

[Gambas:Video 20detik]


Berdasarkan data Adhi Karya per akhir Januari 2018, progres pembangunan LRT Jabodebek secara keseluruhan telah mencapai rata-rata 34%. Untuk koridor Cawang-Cibubur sudah 55,2%, Cawang-Bekasi Timur sudah 33,4%, dan Cawang-Dukuh Atas sudah 15,5%. Pengerjaan tersebut masuk dalam tahap pertama yang dikerjakan secara paralel sepanjang 44 kilometer (km).



Direktur Operasional Adhi Karya Pundjung Setya mengatakan, konstruksi struktur yang dimaksud adalah pengerjaan pembangunan tiang pondasi.

"Ya memang sekarang struktur untuk di daerah situ (Rasuna Said) baru posisi struktur kolom," kata Pundjung saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (17/2/2018).

Koridor ini terbagi menjadi enam bagian yang terbentang dari halte Transjakarta Setiabudi AINI hingga Transjakarta Kuningan Timur dengan panjang 10,5 km. Seluruh bagian terlihat masih dalam tahap proses pembangunan rangka tiang.



Menurut dia, titik sulit pembangunan LRT di koridor ini adalah titik yang menghubungkan dari jalan Gatot Subroto menuju Rasuna Said. Sebab, harus dibangun bentang panjang yang berada di atas jalan tol.

"Tapi progresnya baik, kita sudah mulai bentang panjang, bahasa enaknya itu suatu jembatan yang menyeberangi dari Gatot Subroto ke Kedutaan Swiss, itu melewati jalan tol," jelas dia.

Sementara itu, Engkus salah satu pekerja pada proyek LRT Jabodebek di Rasuna Said mengungkapkan, pekerjaan di enam bagian sepanjang 10,5 km memang masih didominasi oleh pembangunan tiang beton sebagai pondasi rel LRT itu sendiri.



"Sekarang lagi ngecor beton saja, sama buat nyusun kayu-kayu, tadi habis di bagian sini, sekarang disuruh ke sana (bagian Setiabudi Utara)," kata Engkus.

Dia mengungkapkan, untuk pagi hari hingga sore para pekerja fokus untuk mengerjalan struktur bangunan, sedangkan malam hari baru dibantu oleh alat-alat berat.

"Kalau alat berat nyalanya malam hari," kata dia. (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed