Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 20 Feb 2018 15:11 WIB

Tak Hanya Tol, Waskita Juga Garap Proyek Bandara dan LRT

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Waskita Karya
Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk tengah menjadi sorotan lantaran sejumlah proyek yang dikerjakannya mengalami kecelakaan konstruksi.

Proyek-proyek tersebut tak hanya ada pada jalan tol milik perseroan, namun juga sejumlah proyek infrastruktur lainnya seperti jatuhnya crane di Jalan Tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek, di mana Waskita merupakan kontraktor yang saat itu tengah melakukan pemindahan VMS dan juga robohnya dinding terowongan Jalan Perimeter Selatan Bandara Soetta yang juga dikerjakan oleh perseroan.

Waskita Karya sendiri merupakan emiten konstruksi yang melantai di bursa efek Indonesia (BEI) dengan kode ticker saham WSKT. Sebagai agen pembangunan negara, Waskita juga mendapatkan penugasan khusus dari Presiden menggarap proyek strategis nasional (PSN) seperti LRT Sumatera Selatan dan juga PSN lainnya.


Dikutip dari keterangan resmi Waskita, Selasa (20/2/2018), PSN yang digarap oleh perseroan sendiri masih didominasi oleh jalan tol. PSN non jalan tol yang dikerjakan oleh Waskita di antaranya pembangunan Transmisi Sumatera 500 kV sepanjang 395 Km yang terbentang dari New Aur Duri sampai Peranap. Proyek ini mulai
dikerjakan pada tahun 2015 dan ditargetkan selesai pada tahun 2019 dengan nilai kontrak sebesar Rp 6,1 triliun.

Progres konstruksi pembangunannya pada saat ini adalah 49,7% untuk paket I dan 47,5% untuk paket II. Pembangunan proyek ini dilakukan untuk mendukung program pemerataan elektrifikasi di Pulau Sumatera.


Proyek strategis nasional selanjutnya yang dibangun oleh Waskita adalah jalur LRT Sumatera Selatan. Proyek ini merupakan satu-satunya penugasan dari pemerintah melalui Perpres nomor 116 tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan di Provinsi Sumatera Selatan.

Proyek ini pun dibangun dalam rangka mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 dengan nilai kontrak Rp 10,9 triliun dan ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2018 sebelum penyelenggaraan Asian Games 2018.

Waskita sendiri optimistis seluruh Proyek Strategis Nasional yang sedang dikerjakan oleh perusahaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam pelaksanaan pekerjaan di proyek.

"Masih sesuai schedule dengan lebih memperhatikan aspek safety, mutu, prosedur keselamatan dan keamanan" kata Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq.

Sedangkan PSN jalan tol yang digarap Waskita di antaranya Tol Pejagan-Pemalang 57,5 Km, Tol Pemalang-Batang 39,2 Km, Tol Pasuruan-Probolinggo 31,3 Km, Tol Kayu Agung-Palembang-Betung 111,69 Km, dan Tol Cimanggis-Cibitung 25,39 Km.


Kemudian ada pula Tol Becakayu 21,04 Km, Tol Ciawi-Sukabumi 54 Km, Tol Depok-Antasari 21,54 Km, Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang 112 Km, Tol Pematang Panggang-Kayu Agung 77 Km, Tol Cibitung-Cilincing 34,02 Km, Tol Kanci-Pejagan 35 Km, dan Tol Legundi-Bunder 38,29 Km.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk saat ini telah memiliki 1.315 Km ruas jalan tol yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera, baik sebagai kontraktor, maupun investor. Diharapkan pada semester I tahun 2018 sepanjang 564 Km beroperasi dan sisanya akan beroperasi pada semester II tahun 2018 dan tahun 2019. (eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com