Follow detikFinance
Senin, 12 Mar 2018 14:33 WIB

Mudik JKT-SBY Bisa Lewat Tol, Ini Titik Macetnya

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok. Jasa Marga Foto: Dok. Jasa Marga
Jakarta - Mudik Lebaran di Pulau Jawa tahun ini diprediksi bakal kembali didominasi lewat jalur darat, terlebih dengan tersambungnya tol Trans Jawa dari Jakarta ke Surabaya baik secara operasional maupun fungsional. Pemerintah bahkan memperkirakan terjadi kenaikan lalu lintas di jalan tol pada jalur mudik balik lebaran 2018 dengan rata-rata kenaikan 85%.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang diterima detikFinance, Senin (12/3/2018), kenaikan lalu lintas tertinggi diprediksi terjadi di GT Palimanan atau Cikarang Utama yang ada pada ruas tol Palimanan-Kanci. Kenaikan lalu lintasnya diprediksi mencapai 460%, namun masih dapat dilayani oleh kapasitas gerbang tol.


Titik rawan kemacetan lainnya di jalur tol di antaranya pada ruas Serang Timur menuju Merak, lalu ruas tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di simpang susun Cikunir dan lokasi pekerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek Elevated.

Kemudian, titik rawan macet selanjutnya ada di GT Ciawi pada ruas tol Jagorawi. Selanjutnya, di ruas tol Pemalang-Batang, tepatnya di exit Gandulan menuju jalur fungsional.

Lepas dari tol Pemalang-Batang, titik rawan macet lainnya ada pada ruas tol fungsional Batang-Semarang (Krapyak), yakni pada jalur menuju jalan tol Semarang ABC. Untuk itu, perbatasan jalan tol operasi dan jalur fungsional pun perlu mendapat perhatian khusus.



Dan sisa titik rawan macet lainnya ada di GT Tembalang serta simpang susun Salatiga di batas menuju jalur fungsional dan Simpang Mengkreng. Pemudik juga harus mewanti-wanti kemacetan pada akses masuk tempat istirahat, tempat istirahat dan pelayanan (TIP) dan Parking Bay yang akan disediakan dalam rangka mendukung penyelenggaraan mudik Lebaran nanti. (eds/zul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed