Disebut Prabowo Kemahalan, Ini Tujuan LRT Palembang Dibangun

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 22 Jun 2018 13:15 WIB
Foto: Dok. Humas LRT Palembang
Jakarta - Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menyebut biaya pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Palembang terlalu mahal. Menurutnya, biaya pembangunan LRT di negara lain hanya US$ 8 juta atau Rp 112 miliar (kurs Rp 14.000) per kilometernya, sementara di Palembang, dari total biaya keseluruhannya, biaya pembangunannya jauh lebih mahal per kilometernya.

Dengan biaya sebesar itu, Prabowo pun berpendapat tak sebanding dengan yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Dia bilang, pembangunan LRT di beberapa tempat juga tidak jelas peruntukannya.

"Saya berpikir apakah bangsa ini pintar atau bodoh melihat banyaknya uang yang dikeluarkan hanya untuk pembangunan LRT. Terlebih lagi pembangunan LRT di beberapa tempat tidak jelas gunanya untuk apa," kata Prabowo saat menghadiri halalbihalal bersama warga serta ulama di Grand Rajawali Ballroom Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (21/6) kemarin.


Pembangunan LRT Palembang sendiri diatur dalam Perpres 55/2016 yang merupakan perubahan Perpres 116/2015 tentang percepatan penyelenggaraan kereta api ringan di Provinsi Sumatera Selatan. Dikutip detikFinance dari Perpres tersebut, Jumat (22/6/2018), dibangunnya moda transportasi perkotaan tersebut bertujuan untuk mendukung pelaksanaan Asian Games Tahun 2018 serta meningkatkan pelayanan transportasi dalam mendukung pembangunan di Sumatera Selatan.

Dibangunnya jalur LRT Palembang juga diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang akan mengembangkan kota Palembang dan Sumatera Selatan pada umumnya. Nantinya di sekitar jalur LRT akan dibangun hunian berbasis transit oriented development (TOD) yang mendorong timbulnya sumber pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut.

LRT Palembang dibangun lewat kontrak tahun jamak 2016-2018 dengan panjang jalur 24 km, dan dikerjakan oleh PT Waskita Karya selaku kontraktor.

Rute LRT Palembang mencakup Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II hingga Stadion Jakabaring, yang terbagi dalam lima zona dengan jenis konstruksi elevated/layang. Pada tahap awal, LRT Palembang akan memiliki 13 Stasiun, yang dilengkapi dengan fasilitas operasi (Sinyal, Telekomunikasi, Listrik), dan Depo (kapasitas 14 trainset).

(eds/ara)