Follow detikFinance
Jumat, 20 Jul 2018 21:00 WIB

Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong Terganjal 4 Masalah

Trio Hamdani - detikFinance
Kota Sorong/Foto: Hendra Kusuma/detikFinance Kota Sorong/Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat koordinasi (rakor) tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong. Rakor membahas terkait kendala pembangunan KEK Sorong.

Rakor dihadiri Wakil Bupati Sorong Suka Harjono dan Tim KEK Sorong. Usai rakor, Luhut menjelaskan, ada 4 masalah dihadapi dalam pembangunan KEK Sorong.

"KEK tadi itu sudah 6 tahun nggak jalan. Kita revitalisasi lagi," katanya di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Jumat (20/7/2018).


Masalah pertama menyangkut Pelabuhan Arar.

"Jadi kayaknya harus terpadu, menyangkut masalah Pelabuhan Arar. Arar itu tidak berfungsi sebagai mestinya karena itu ada di wali kota dan kabupaten," jelasnya.

"Kemudian masalah lain ternyata ada 200 meter dari pelabuhan ada karang mau diapain. Sekarang lagi dibikin studinya apakah mau diledakkan atau gimana," sambung Luhut.


Kedua terkait industri yang mau masuk di kawasan tersebut.

"Ada nikel juga, yang dari Raja Ampat bikin di situ. Kalau Raja Ampat kan nggak bisa. Nah saya bilang harus dia dari nikel ke stainless steel, ke karbon steel supaya ada nilai tambahnya," kata Luhut.

Ketiga masalah listirk. Luhut menjelaskan, ada kemungkinan kawasan ekonomi di sana bisa kekurangan pasokan gas sebagai sumber pemasok listrik.


"Keempat tadi mengenai air, airnya itu bagaimana. Sekarang ini kan ada bisa diambil air 30 kilometer dari situ, tapi sudah mulai diambil. Jadi mesti nggak ada masalah," sebutnya.

Luhut menjelaskan akan segera turun ke kawasan tersebut untuk memastikan kendala di sana bisa segera beres.

"Kita mau secepatnya. Nanti saya mau ke sana," tambahnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed