Follow detikFinance
Selasa, 18 Sep 2018 13:20 WIB

Telan Rp 2 T, Perluasan Bandara Ngurah Rai Kelar Akhir September

Aditya Mardiastuti - detikFinance
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Denpasar - Proyek perluasan Bandara internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali untuk kepentingan IMF-World Bank Annual Meeting 2018 ditargetkan rampung akhir September. Pembangunan tiga paket perluasan di apron barat, apron timur, dan VVIP ini menelan biaya Rp 2,2 triliun.

"Nilai total proyek Rp 2,2 triliun, itu anggaran kita langsung. Anggaran Angkasa Pura (pribadi) tidak ada bantuan dari IMF maupun pemerintah karena itu suatu pekerjaan demi kepentingan NKRI kita mendanai sendiri," kata Co GM Bandara I Gusti Ngurah Rai Sigit Herdiyanto di kantornya, Kuta, Bali, Selasa (18/9/2018).


Pengerjaan proyek ini dipercepat agar segera rampung sehingga bisa menampung para tamu peserta IMF-World Bank Annual Meeting. Dia memastikan saat acara IMF-World Bank Annual Meeting berlangsung bangunan-bangunan tersebut telah siap digunakan.

"Proyek IMF mengejar maksimal sampai akhir September, perawatan-perawatan landnya sudah masuk, trial tinggal operation. Akhir september kita sudah mencapai semua, karena hitungannya tinggal hari, kita mengebut kerja 24 jam di lapangan sehingga target kita tercapai," jelasnya.


Saat ini proyek perluasan bandara disebut 90 persen telah selesai pengerjaannya. Pada paket apron barat dari total 8 hektare yang direklamasi, ada 3,57 hektare yang hampir rampung pengerjaannya untuk kepentingan IMF-World Bank.

Petugas di lapangan mengatakan tinggal melakukan finalisasi. GM PT PP Construction and Investment Pande Ketut Gamawan yang mengelola bagian reklamasi dan infrastruktur memastikan meski dikebut pengerjaan proyek itu tetap sesuai standar.


"Paket kita di apron barat 8 hektare, nantinya bisa menampung pesawat 3 wide body dan 6 narrow body. Sekarang tinggal rapikan saja, kurang pagar sama pasang rumput," kata Pande.

"Kami menyelesaikan apron 6 bulan, kualitas standar kami jamin quality-nya. Ini (cepat rampung) masalah sumber daya aja, kalau cepat ya karena SDA-nya ditambah," jelasnya. (ams/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed