Follow detikFinance
Jumat, 19 Okt 2018 10:23 WIB

Sempat Molor, Tol Semarang-Solo Tersambung Penuh Akhir 2018

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dina Rayanti-detikFinance Foto: Dina Rayanti-detikFinance
Jakarta - Pembangunan jalan tol Semarang-Solo ruas Salatiga-Kartasura sepanjang 32 km telah mencapai 91,5% pada sisi konstruksi. Sementara untuk pembebasan lahan telah mencapai 98,8%.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Desi Arryani mengatakan ruas tersebut siap dioperasikan pada akhir tahun 2018. Dengan demikian, seluruh ruas tol Semarang-Solo sepanjang 72,64 km sudah tersambung pada akhir tahun ini.

"Walaupun dikejar target, namun pengerjaan proyek ini harus dilakukan dengan penuh hati-hati, perhatikan unsur-unsur keselamatan kerja," kata Desi seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (19/10/2018).

Salah satu titik kritis pengerjaan pada ruas ini adalah pembangunan Jembatan Kali Kenteng yang pada mudik Lebaran Juni lalu belum dapat dilewati.

Direktur Utama Pt Jasamarga Solo Ngawi (PT JSN) David Wijayatno mengatakan Jembatan sepanjang 495 meter tersebut saat ini telah memasuki tahap pemasangan erection girder.

Dari total 144 girder yang akan dipasang, saat ini sudah terpasang 132 girder. Dengan demikian, Jembatan Kali Kenteng ditargetkan selesai pada akhir November 2018 karena progres pengerjaannya masuk pada tahap akhir, yaitu pemasangan 12 buah girder.


"Jembatan Kali Kenteng sempat terkendala karena adanya perubahan desain. Pada awalnya kami hanya menggunakan konstruksi tahan gempa yang kemampuannya ratusan tahun. Saat ini kami telah menggunakan materi konstruksi dengan kekuatan tahan gempa sampai dengan seribu tahun. Hal ini dilakukan untuk memitigasi risiko terhadap jembatan dengan ketinggian 39,5 meter ini," ujar David.

Dengan demikian, pihaknya optimistis jalan tol Semarang-Solo ruas Salatiga-Kartasura dapat diselesaikan dan diserahkan kepada PT Trans Marga Jateng (PT TMJ) selaku pemilik hak konsesi jalan tol tepat waktu. Dan pada Desember 2018 akan segera dioperasikan.

Tol Semarang-Solo terdiri dari 5 seksi yang secara total panjangnya mencapai 72,64 km. Seksi 1 dan 2 sudah beroperasi sejak November 2011 dan April 2014, sedangkan seksi 3 beroperasi pada September 2017 lalu.

Seksi Salatiga-Kartasura sendiri terbagi atas dua seksi lagi, yakni Salatiga-Boyolali (24,13 km) dan Boyolali-Kartasura (8,41 km). Pengoperasian tol yang dibangun sejak 2016 ini terbilang molor lantaran sebelumnya ditarget bisa beroperasi pada September lalu.



Tonton juga video 'Warga Tutup Jalan Proyek Tol Semarang-Solo':

[Gambas:Video 20detik]

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed