Ada MRT Jakarta, Budaya Bertransportasi Diharapkan Lebih Baik

ADVERTISEMENT

Ada MRT Jakarta, Budaya Bertransportasi Diharapkan Lebih Baik

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jumat, 26 Okt 2018 11:08 WIB
Foto: Fadhly F Rachman
Jakarta - Transportasi moda kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta akan segera beroperasi pada Maret 2019 mendatang. Pada tahap pertama ini, MRT Jakarta akan beroperasi dari Lebak Buluh hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah mengatakan saat ini kesiapan publik menjadi yang paling kritis dipersiapkan menuju pengoperasian nanti. Kesiapan publik yang dimaksud adalah bagaimana masyarakat bisa menyesuaikan budaya bertransportasi menggunakan MRT, mengubah perilaku buruk menggunakan transportasi umum di moda-moda yang lain.

"Tantangan terberat adalah kesiapan publik. Bagaimana membuat publik mempunyai perilaku yang berbeda saat ada di stasiun," katanya dalam sebuah paparan di kantor MRT Jakarta, Rabu (23/10/2018).

Menurutnya, ada sejumlah perilaku mengganggu yang sering terjadi di masyarakat dalam menggunakan transportasi umum, khususnya kereta. Hal tersebut diharapkan tidak terjadi saat MRT nanti beroperasi.

Beberapa perubahan perilaku yang diharapkan di antaranya bagaimana cara mengantre yang baik dan benar. MRT menyediakan platform screen door (PSD) atau pintu tepi peron untuk membatasi tempat antre penumpang dengan kereta yang sedang ditunggu di peron.


Kenyamanan di dalam kereta juga harus dijaga dengan menghindari percakapan yang terlalu berisik dan berpindah-pindah, menelepon atau menggunakan telepon ketika berjalan, sampai bagaimana norma duduk di kereta.

Selain itu, tata cara saat naik atau turun dari kereta juga harus lebih tertib, yakni dengan mempersilakan penumpang yang turun untuk keluar terlebih dahulu. Penumpang juga diharapkan memahami bagaimana ketika membawa barang atau memakai bagasi di transportasi umum, soal kebisingan suara dari headphone, pembicaraan yang terdengar ketika menggunakan handphone, makan dan minum di dalam kereta yang penuh hingga perilaku duduk di lantai kereta.

"Sebenarnya dengan desain (baik infrastruktur maupun aturan) yang nyaman, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak tertib ketika menjadi pengguna kereta," jelas Hikmat.

MRT sendiri melakukan beberapa survei tentang kesiapan publik atau index public readiness dalam menggunakan MRT Jakarta. Hikmat mengatakan sejauh ini indeks menunjukkan kesiapan yang cukup dari masyarakat.

"Ada peningkatan pemahaman publik setiap tahunnya," kata Hikmat.






Tonton juga 'Menengok Interior Stasiun Bawah Tanah MRT Senayan':

[Gambas:Video 20detik]

(eds/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT