Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 25 Jan 2019 14:37 WIB

Banyak Penumpang 'Hantu' di KA Pangandaran

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Dok. Istimewa Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Kereta Api Pangandaran telah diluncurkan pada 2 Januari 2019 lalu. Pada awal operasinya, kereta relasi Gambir-Banjar (PP) dan Banjar-Bandung (PP) menerapkan tarif promo di mana Gambir-Jakarta Rp 110.000 dan Banjar-Bandung Rp 1.

Kereta tersebut menuai respons positif masyarakat lantaran banyak kursi yang dipesan. Namun, kondisi ini berbeda dengan realisasinya di mana di dalamnya banyak kursi kosong. Akibatnya banyak 'penumpang hantu'.

'Penumpang hantu' yang dimaksud adalah para pembeli tiket yang tidak hadir pada saat keberangkatan. Padahal, tiket kereta sudah ludes diborong penumpang dari jauh-jauh hari.

Salah satu penumpang kereta Banjar-Bandung yang berangkat hari ini Adhitya Meiliala saat dihubungi detikFinance menceritakan tiga minggu lalu dia memesan tiket secara online. Kebetulan, dia langsung mendapat tiket kereta baru tersebut.

"Saya itu, 3 minggu ke belakang pas KAI nge-blast di Instagram-nya, saya cek Traveloka dan KAI Access. Kebetulan saya beli Traveloka itu masih adalah, lumayan banyak. Cuma harganya di Traveloka Rp 1.000 nggak Rp 1. Cuma promo lah," katanya, Jumat (25/1/2019).


Seminggu kemudian, dia berubah pikiran untuk mengubah jadwal perjalanannya. Tapi, Adhitya sudah tidak mendapat kursi sama sekali.

Adhitya juga sempat pergi ke stasiun untuk mengecek kursi kereta. Lagi-lagi, dia tidak mendapat kursi.

"Seminggu kemudian, habis nggak ada banget, promo itu habis, di Traveloka maupun KAI Access. Saya posisi sudah dapat. Saya ke stasiun, saya rencana mau pindah jadwal mau berangkat Sabtu, pas pindah jadwal saya ke customer service stasiun ternyata full. Sampai seminggu kemudian kemarin rute ini habis," tambahnya.

Saat ini, Adhitya sedang dalam perjalanan dari Bandung menuju Banjar. Di dalam kereta, Adhitya bilang, kursi yang terisi tak lebih dari 50%.

"Ternyata pas masuk kereta Ekonomi Premium kosong. Nggak sampai 50% segerbongnya. Tapi nggak tahu gerbong lain," tutupnya.

Padahal dengan tiket yang ludes terjual seharusnya gerbong kereta terisi penuh dari Bandung hingga ke Banjar.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed